LAPORAN KEGIATAN

PENDIDIKAN DASAR

RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

(lagi…)

foto koncoku

foto koncoku

Wah… mengingat tingkah laku teman-teman Khibran sewaktu Sma memang sangat mengesankan. Apalagi kalau melihat mereka sedang berpose didepan kamera. Lihat saja, foto diatas…

Kanan Atas foto Mas Icang sedang berpose mempratekkan latihan menyembelih hewan kurban… eh koq yang mau disembelih bukan kambing atau sapi koq malah Mas Bayu… embekkkkk…

Kalo foto yang berada di tengah atas itu namanya Mas Firman, kira-kira ia sedang berpose apa ya???.. wah jawaban teman2 salah, dia bukan lagi berpose seperti Ade Ray Bina Ragawan asal Bali itu. Akan tetapi mas Firman lagi latihan untuk syuting iklan deodorant/pengharum ketiak… he..he..he..

(lagi…)

Ujian Nasional (UAN) Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah semakin dekat, tinggal menghitung hari saja. Ujian yang kabarnnya akan dilaksanakan pada minggu ke empat bulan April 2009 ini, meliputi enam mata pelajaran. Bagi siswa yang mengambil program studi/jurusan IPS maka mata pelajaran yang diujikan meliputi; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Matematika, Geografi dan Sosiologi. Sedangkan siswa yang mengambil prodi IPA maka akan mengerjakan soal-soal matapelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Ujian Nasional merupakan salah satu momok yang cukup menakutkan bagi para siswa-siswi. Bagaimana tidak, karena apabila dari keenam matapelajaran atau salah satu tersebut tidak dapat menembus batas tuntas dan nilai kumulatif yang telah ditentukan, maka siswa tersebut dikatakan gugur. Siswa tersebut harus mengulang satu tahun atau memilih program ijzah paket C bagi siswa Sma.

(lagi…)

Pagi itu, sekitar jam empat pagi Khibran terbangun dari tidur semalaman yang nyaman dan nyenyak. Nyaringnya suara kokokan ayam di belakang rumah kos, merubah sepinya suasana keadaan sekitar rumah. Khibran bergegas menuju kamar mandi, cuci muka dan aktifitas biasa kulakukan. Tak lama berselang suara merdu muadzin-muadzin terdegar, tanda waktu solat subuh akan dimulai. Sahutan suara Adzan terdengar dari penjuru kampung dimana Khibran tinggal. Sekitar 2 Masjid dan sepuluh musola dengan lantang mengabarkan tanda solat subuh telah dimulai. Bergegas Khibran menuju ke salah satu Masjid yang tak terlalu jauh dari kos Khibran. Berjalan kaki menuju Masjid yang berjarak kurang lebih satu kilometer menambah semangat langkah kaki ini menuju rumah Sang Maha Esa tersebut.

Dalam tengah perjalanan Khibran bertemu dengan orang-orang Mukmin yang akan menunaikan solat berjamaah, baik di Musola atau di Masjid. Lemparan senyum selalu ditunjukkan oleh para jamaah-jamaah tersebut ketika bertemu Khibran. Sesampai di Masjid, Iqomah pun dikumandangkan, segera solat subuhpun dimulai. Suara merdu Imam menambah khusyuk solat jamaah kami. Hati Khibran bersyukur tatkala melihat penuhnya ruangan masjid, yang diisi oleh jamaah putra dan putri. Alhamdulillah ucap Khibran dalam hati.

(lagi…)

hidup khibran

hidup khibran

Hidup adalah Perbuatan, Hidup adalah Perjuangan adalah dua kalimat yang sering kita lihat ditelevisi atau kita baca di poster atau spanduk-spanduk yang terbentang ditepi-tepi jalan. Kalimat-kalimat itu dipopulerkan oleh tokoh politik Indonesia, memang tujuan mereka adalah kampanye, untuk menarik simpatisan agar memilih partainya dalam pemilu 2009. Akantetapi mereka juga secara langsung mengajak kita untuk membentuk sikap dan mental kita menjadi lebih baik. Tergugah untuk berbuat demi kemanfaatan bersama, bergerak untuk berjuang demi terciptanya keadaan yang lebih baik.

Dua kalimat yang tak terlalu panjang tersebut seharusnya tidak hanya menjadi bahan omongan dan ajang mencari kepopuleran saja, namun harus benar-benar kita laksanakan bersama. Bersama kita bisa untuk hidup yang berbuat dan hidup yang berjuang. Tentunya apabila dua kalimat tersebut kita implementasikan dalam hidup kita (seluruh Warga Negara Indonesia), maka negeri Pancasila ini mencapai tujuan proklamasi yang kita idam-idamkan.

(lagi…)

“Setiap organisasi pasti bermanfaat bagi diri sendiri, tapi yang bermanfaat bagi masyarakat lebih-lebih bangsa dan negara tidaklah semuanya”.

“Apa itu Menwa?, Kenapa harus UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Menwa yang kamu pilih?, Apakah kamu ingin membesarkan otot?, Sekarangkan sudah zaman Reformasi, bukan zaman Orba lagi?.” Itulah rentetan pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman Khibran di Fakultas Hukum Ugm dan di luar fakultas ketika mengetahui bahwa Saya Muhammad Khibran telah ikut bergabung dalam UKM Menwa. Tidak hanya pertanyaan-pertanyaan saja yang teman Khibran lakukan, melainkan berupa ya seperti sindiran-sindaran lah tepatnya. Pada awal masuk semester dua, teman Khibran, Bedjo dan Edo namanya, setiap ketemu pasti bilang “Salam Komando… ho..ho..ho” atau ejekan tentang keikutsertaan Saya dalam Menwa. Teman yang lain juga banyak yang seperti itu, tidak hanya mereka berdua.

(lagi…)

“MIKUL DHUWUR MENDHEM NJERO

“Salah satu faktor bangsa Indonesia belum mencapai tujuan cita-cita proklamasi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang Tata tentrem karta raharja, Gemah ripah Loh jinawi, Tuwuh kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku (Tertib damai senang dan selamat, Makmur dan subur tanahnya, Segala yang ditanam akan tumbuh subur, Segalanya dapat dibeli dengan harga murah) yaitu karena tidak belajarnya para pemimpin kita terhadap kebijakan-kebijakan pemimpinnya terdahulu.”

Setahun yang lalu tepat pukul 13.10 WIB tanggal 26 Januari 2008 Presiden kedua Republik Indonesia, Bapak H. Muhammad Soeharto meninggal dunia. Presiden yang kurang lebih selama tiga puluh dua tahun telah memimpin negara Pancasila ini. Tentunya dalam waktu tiga dasawarsa tersebut dalam masa kepemimpinan Bapak H. Muhammad Soeharto (selanjutnya disebut Bapak) telah melakukan banyak hal yang bertujuan untuk membangun negara Indonesia, walaupun ditengah perjalanannya tentunya ada hal-hal yang sedikit bertentangan dengan hukum. Sungguh besar jasa-jasa dan pengabdian beliau terhadap negara Indonesia Ini.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »