ALMAMATERKU

Pegandon Kendal

ALMAMATERKU – SEDULURKU

Alhamdulilahirobbilalamin, rasa syukur Khibran ucapkan berkat rahmat Allah Swt akan segala karunia dan nikmatnya kepada Khibran, terutama atas nikmat iman Islam yang Insya Allah selalu tertanam dalam hati, ucapan dan perbuatan Khibran…Amin

Pada tulisan Almamater ini Khibran akan menuliskan tentang Kampung halaman Khibran dan perjalanan pendidikan Khibran dari TK (Taman Kanak-kanak) sampai sekarang (Januri 2009). Dengan jelasnya Khibran akan menceritakan tentang Sekolah-sekolah formal dimana Khibran menuntut ilmu dan nama Guru-guru yang mengajar Muhammad Khibran.

KAMPUNG HALAMAN

Khibran tinggal di Gang Delima no 14 RT 01 RW 02 Kauman Penanggulan Pegandon Kendal. Penanggulan adalah nama sebuah Desa yang diapit oleh dua Sungai, Kami menyebutnya dengan Kali Wetan (sungai timur) yang merupakan sungai irigasi pertanian yang mengairi persawahan di sebagian kecamatan Pegandon dan Kali Kulon atau kali Bodri (sungai barat). Dua Sungai tersebut mempunyai banyak cerita tentang pengalaman Khibran sewaktu masih kecil.

Bagaimana tidak, lebih dari 50 kali mungkin Khibran pernah mandi di kedua sungai itu. Ya…disebutnya bukan mandilah, tepatnya mandi bebek (hanya sekedar berenang). Sering sehabis bermain bola di lapangan desa, Khibran dan teman-teman langsung mandi di Sungai Bodri, sungai yang memanjang dari hulu sampai hilir kabupaten Kendal. Salah satu pengalaman dari mandi di Sungai Bodri adalah ketika Khibran sempat hanyut +- 10 meter dari tempat awal kita berenang, Alhamdulillah ada mas yang menolong, Khibran kurang ingat siapa mas yang menolong karena sudah hampir sepuluh tahun cerita itu terjadi. Tidak hanya berenang saja, akan tetapi memancing, walaupun Khibran tidak bisa dan tidak suka dengan memancing.

Di kampung ini pula Khibran pada waktu kecil menghabiskan waktu-waktu luang untuk bermain bersama teman-teman. Setinan (main kelereng), layangan (bermain laying-layang), karambol, panggalan, sedamanda, petak umpet, rambat kacang, betengan, bal-balan, gempuran, nogosari dan masih banyak lagi permainan yang pernah dilakukan bersama teman-teman sewaktu kecil. Dari permainan yang tersebut diatas Khibran paling suka bermain Bal-balan (Sepak Bola), Petak Umpet dan Gempuran (Sebuah permainan yang menggunakan kaleng yang disusun, kemudian terdapat satu orang yang jaga dan teman yang lain bersembunyi).

Khibran sangat bersyukur mempunyai kampung halaman yang sangat indah, bersahabat, tentram dan damai. Insya Allah Khibran dapat membangun Kampung halaman dan membuatnya bangga mempunyai penduduk seperti Muhammad Khibran.

SEKOLAH-SEKOLAH

Alhamdulillah Khibran dapat mengeyam pendidikan sampai Perguruan Tinggi. Dari TK sampai Universitas, Alhamdulillah Khibran selalu berada di Sekolah-sekolah nomor satu di wilayahnya dan termasuk sekolah-sekolah unggulan. Berikut adalah nama sekolah-sekolah Formal dari TK sampai PT dimana Khibran bersekolah ditempat tersebut;

  1. 1. TK BUSTANUL ATHFAL PEGANDON

Tahun 1995-1996 Khibran bersekolah di TK Bustanul Athfal Pegandon, yang berlokasi di Desa Pegandon. Kira-kira 500 Meter dari tempat tinggal Khibran. Jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah. Khibran biasanya diantar oleh Ibu atau Paman untuk menuju ke sekolah tersebut.

Khibran tidak begitu menonjol dalam bidang akademik sewaktu masih TK, Khibran pendiam, pemalu dan kurang aktif, maklum mungkin karena Khibran masih kecil. Tapi Khibran sudah pandai bersosialisasi dengan teman-teman, tak heran Khibran mempunyai banyak teman di TK tersebut.

Guru yang mengajar Khibran di TK ini seingatku adalah Bu Maryam dan Bu Eka, Bu Maryam merangkap sebagai Kepala TK tersebut. Sampai sekarang kedua Guruku tersebut masih mengajar di TK Bustanul Atfal Pegandon.

  1. 2. SD NEGERI PEGANDON (1996-2002)

Walaupun Khibran tinggal di desa Penanggulan tapi Bapak, Ibu dan Keluarga menyekolahkan Khibran di SD N Pegandon. Sekolah Negeri yang berjarak +- 3 kilometer dari rumah. Jarak yang cukup jauh bagi seorang anak SD. Alasan Keluarga menyekolahkan Khibran di SD N Pegandon bukan lain karena SD tersebut mempunyai mutu yang sangat baik, tak heran di tingkat kecamatan Pegandon SD ini termasuk unggulan. Alasan kedua mungkin karena SD Pegandon mempunyai ekstra kulikler Dum Band, mungkin saat itu kegiatan ekstra Drum Band merupakan favorit pada masa itu.

Khibran mengeyam pendidikan di SD Pegandon dari tahun 1996-2002, kurun waktu yang pas yaitu enam tahun. Dari kelas satu sampai kelas dua Khibran bila berangkat sekolah biasanya bareng dengan Mbak Ririn (sebenarnya bulik, jarak umur kami sekitar empat tahun) mbonceng sepeda mininya yang berwarna hitam. Rumah Mbak ririn tepat berada di samping kanan rumah Khibran. Masih teringat betul Khibran akan kebiasaan yang berlangsung lebih dari satu tahun tersebut. Sebelum kami berangkat kami berpamitan dengan orang tua kami. Kalau pulang sekolah Khibran terkadang dijemput dan kebanyakan pulang sendiri jalan kaki.

Setelah Mbak Ririn lulus SD akhirnya aku berangkat kesekolah sendiri naik sepeda, terkadang aku jalan kaki. Pengalaman yang menarik ketika Khibran pulang sekolah jalan kaki dan rumahnya paling jauh Khibran sempat mencoba menghitung langkah kaki dari sekolah sampai rumah yaitu +- 4889 lagkah kaki. He…he… sebuah keisengan yang cukup menarik, ya to?? Daripada melamun.

Soal prestasi akademik Khibran tidak terlalu kalah dengan teman-teman. Sebuah cerita tentang nilai yang tak mungkin Khibran lupakan adalah pada waktu kelas satu SD Khibran mendapatkan nilai 2 (dua) dari pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika sungguh kejadian yang berbuntut pada kemarahan orang tua Khibran. Selepas kejadian tersebut Khibran langsung diprivatkan atau dileskan ke seorang Guru yang juga mengajar di SD Pegandon dan rumahnya satu gang dengan Khibran, Bu Istilah namanya. Khibran belajar di sana dari kelas satu cawu II sampai kelas Enam cawu III. Belajar hari Minggu sampai Jumat, waktu kelas 1-3 pukul 18.15 sampai 19.30 dan kelas 4-6 jam 14.00 sampai jam 15.30.

Wah sungguh peristiwa mendapat nilai jelek yang Alhamdulillah berdampak positif sampai sekarang. Bagaimana tidak, lambat laun tapi pasti sejak Khibran diprivat atau diles oleh Bu Isti, dari kelas Dua sampai kelas Enam Khibran mendapatkan peringkat 3 besar di kelas. Wah walaupun masih kecil Khibran ternyata telah belajar dan mengerti mendapatkan nilai bagus dari nilai buruk, Khibran telah belajar dan mengerti bangkit dari sebuah kegagalan. Satu hal yang dapat saya ambil disini adalah “Belajar tidak pada hal yang baik-baik saja”.

Khibran juga pernh mengikuti lomba-lomba mewakili SD Pegandon, diantaranya pernah dua kali mengikuti lomba Geguritan tingkat Kecamatan Peganon dan lomba Agama Islamtingkat Gugus Gadjah Mada. Wah tapi sayang Khibran tidak mendapat juara sama sekali dalam perlombaan-perlombaan tersebut.

Berikut dibawah, disebutkan nama-nama Guru yang mengajar Khibran di SD Negeri Pegandon sejak tahun 1996 sampai tahun 2002. Yaitu:

NO NAMA GURU MENGAMPU
1 Pak Busari Agama
2 Pak Rowi Agama
3 Bu Woro Kelas 1
4 Bu Djumiatun Kelas 2
5 Bu Aspiyah Kelas 3
6 Bu Nur Azizah Kelas 4 & 5
7 Bu Murni Kelas 5
8 Bu Sulistyah Kelas 6
9 Bu Istilah Les Privat
10 Pak Suroto Olahraga

Pak Wahyudi sebagai Kepala Sekolahnya, Beliau mengabdi di SD Pegandon sebagai Kepala Sekolah sangat lama, dari mbak Ririn masuk SD tersebut atau mungkin sebelumnya sampai sekarang (2009).

  1. 3. SMP NEGERI 2 KENDAL (2002-2005)

Tidak terpikirkan sama sekali oleh Khiban untuk sekolah di SMP N 2 Kendal, karena jarak rumah dengan sekolah tersebut sangatlah jauh yaitu +- 15 Kilometer. Sebuah jarak yang teramat jauh bagi Khibran yang waktu itu baru berumur 12 tahun. Alasan yang kedua adalah hanya Khibran yang akan bersekolah di SMP N 2 Kendal, teman yang lain rata-rata meneruskan di sekolah-sekolah di kecamatan Pegandon.

Alasan Bapak dan Ibu menyekolahkan Khibran di SMP N 2 Kendal bukan lain karena sekolah tersebut pada masanya tahun-tahun 2000 adalah sekolah unggulan di Kabupaten Kendal, sekolah yang sering mencetak siswa-siswa teladan yang menyabet banyak prestasi.

Kendala sekolah yang berjarak jauh dari tempat tinggal adalah sulitnya transportasi menuju kerumah. Sering Khibran, Seto, Dian/temon, Widi (mereka teman satu angkatan smp 2 Kendal yang tinggal di Kecamatan Pegandon juga) sehabis pulang ekstrakulikuler tidak mendapatkan angkutan menuju ke Pegandon. Tak heran jika biasanya kami numpang orang yang bisa mengangkut kami ke Pegandon. Salah satu cerita lucu tentang pulang kemalaman adalah ketika Khibran jatuh dari bus. Waktu itu Khibran dan Temon sehabis pulang ekstra Karate di Gor Kendal. Wah ceritane panjang tentang  jatuh dari bus tersebut.

Khibran diterima di SMP N 2 Kendal melalui tes masuk. Pada masa-masa smp Khibran termasuk anak yang agak bandel, sering Khibran mbolos jam pelajaran. Waktu jam pelajaran pernah Khibran mbolos dan ketahuan dan tentunya berbuntut panjang. Kami delapan anak yang mbolos tersebut mendapatkan sanksi yaitu membuat surat pernyataan bahwa kami tidak akan mengulanginya lagi.

Wah…maafkan kami Bu, Pak karena telah membuat anda marah kepada kami. Hee…hee.. Berikut adalah nama-nama Guru yang mengajar Muhammad Khibran di SMP N 2 Kendal dari tahun 2002-2005 dengan Kepala Sekolah Bapak Sunari Sofyan.

NO NAMA GURU MENGAMPU
1 Pak Muhtarom Agama Islam
2 Pak Nasikhun Agama Islam
3 Bu Isnaini Bahasa Indonesia
4 Bu Nurul Aini Bahasa Indonesia
5 Pak Suparman[1] Bahasa Indonesia
6 Bu Juwariyah Bahasa Inggris
7 Bu Sri Windarti Bahasa Inggris
8 Pak Sutanto Bahasa Inggris
9 Bu Darmi Bahasa Jawa
10 Pak Suyatno Bahasa Jawa
11 Bu Erni Biologi
12 Bu Irina Biologi
13 Bu Daryani BK
14 Bu Endang BK
15 Pak Broto BK
16 Bu Isnindiyah Fisika
17 Pak Zaenal Arifin Fisika
18 Pak Sayogo Geografi
19 Bu Darmi Kesenian
20 Bu Sustiningsih Kesenian
21 Pak Wawan Komputer
22 Bu Budi Utami Matematika
23 Pak Kusyanto[2] Matematika
24 Pak Agus Olah Raga
25 Pak Djoko Supratikno Olah Raga
26 Pak Tri Kora Irianto Olah Raga
27 Pak Suyono PPKN
28 Bu Endang Sejarah
29 Pak Hardi Sejarah
30 Bu Ida Tata Busana
31 Bu Iswantini[3] Tata Busana
  1. 4. SMA NEGERI 1 KENDAL (2005-2008)

SMA N 1 Kendal terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kendal. SMANIK adalah singkatan dari sekolah ini. Walaupun Khibran hanya tiga tahun disini (2005-2008), namun banyak cerita yang Khibran ukir di SMA terhebat di Kabupaten Kendal ini. Berjuta kenangan bersama warga Smanik telah tertanam dalam benak Khibran.

Penempatan kelas Khibran masuk dalam kelas X-F dengan wali kelas Pak Harianto, XI IS5 dengan Wali Kelas Pak Eko Budi dan kelas XII IS5 Ibu Umiyati sebagai Wali kelasnya. Salah satu hal yang dapat Khibran pahami dan mengerti tentang dua tahun terakhir di Smanik adalah “Kepala Semut lebih berat daripada ekor Gajah, bahkan ekor Dinosaurus”.

Ada cerita menarik saat Khibran duduk di kelas 2-3 sma. karena keakraban kelas kami XI dan XII IS5 yang sungguh seperti keluarga sampai2 kita setiap minggu akhir bulan bermain bersama, bahkan sampai sekarang. Banyak kegiatan posiif yang masih kami lakukan bersama. Dari keakraban tersebut dank arena saya agak begitu dominan dalam keluarga tersebut sampai-sampai muncul sebuah grup yaitu KFC yaitu kepanjangan dari Khibran Fans Club…hahaha sampai sekarangpun kalau kami bertemu kami masih membicarakan mengenai hal tersebut.hahaha..

Tidak akan banyak Khibran menuliskan tentang cerita pada waktu sma dalam tulisan ini, Insya Allah akan saya ceritakan pada tulisan-tulisan lain. Berikut adalah nama-nama para Guru yang mengajar Muhammad Khibran di SMA N 1 Kendal dari tahun 2005-2008, dengan Bapak Soetopo Raharjo sebagai kepala sekolahnya.

NO NAMA GURU MENGAMPU
1 Bu Nur Alifah Agama
2 Pak Ahmad Asikin Agama
3 Bu Titin Sumartini Bahasa Indonesia
4 Pak Sutaryono Bahasa Indonesia
5 Bu Minggowati Bahasa Inggris
6 Bu Murdaita Maria Bahasa Inggris
7 Bu Sugiharti  (alm 22 Nov 08) Bahasa Inggris
8 Bu Umiyati Bahasa Jawa
9 Pak Wartoyo Bahasa Jawa
10 Bu Asih Bahasa Jepang
11 Bu Ika Eva Bahasa Jepang
12 Bu Asri Hapsari Biologi
13 Bu Sumaryati Ekonomi
14 Pak Dwitamto Ekonomi
15 Bu Markamah Fisika
16 Bu Ery Geografi
17 Bu Hartiningsih Geografi
18 Pak Djazuli Kewarganegaraan
19 Pak Hanung Kewarganegaraan
20 Pak Nuryanto Kewarganegaraan
21 Bu Satri Fatmawati Kimia
22 Pak Didin Komputer
23 Pak Sutekno Komputer
24 Bu Siswi Pamikatsih Matematika
25 Pak Daryanto Matematika
26 Pak Marsudiyanto Matematika
27 Pak Nugroho Olah Raga
28 Pak Susilo Kresno Olah Raga
29 Pak Waluyo Olah Raga
30 Bu Eni Budi Sejarah
31 Pak Agus Kristyono Sejarah
32 Pak Hariyanto Seni Budaya
33 Pak Soeroyo Budi Seni Budaya
34 Pak Eko Budi S Sosiologi
35 Bu Purwanti TIK
36 Pak Herianto TIK
37 Pak Suryono TIK
  1. 5. FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA (2008)

Sudah empat semester Muhammad Khibran menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Khibran diterima di Fakultas Hukum UGM melalui Ujian Tulis, tahun 2008. Tidak mengira Khibran dapat diterima di FH UGM, walaupun sangat menginginkanya. Hal yang jelas dapat saya gambarkan mengenai Fakultas Hukum UGM adalah fakultas hukum terbaik se Indonesia, hal ini saya akui karena banyak  faktor yang mengatakan demikian. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah sangat bagusnya mutu para tenaga pengajar, canggih dan modernnya fasilitas yang ada hal ini ditambah dengan letak UGM yang berada di tengah-tengah kota pelajar. Akantetapi semakin mengenal dan merasakan hidup di Fakultas Hukum UGM, rasa-rasanya semakin memudar kebanggaan akan kehebatan-kehebatan yang saya sebutkan di awal.

UGM yang berada di Yogyakarta, menyebabkan Khibran kos, dan dapat dikatakan hidup jauh dari keluarga (karena berada di Kendal).  Satu hal yang dapat saya ambil dari hidup merantau ini adalah hidup sendiri dan jauh dari orangtua memang sangat pedih. Namun keprihatihan dan kepedihan tersebut akanmendatangkan kebaikan dan manfaat yang luar biasa.

Berikut nama-nama Dosen yang mengajar Muhammad Khibran di Semester I;

NO NAMA GURU MENGAMPU
1 Syarif Hidayatullah, M.Ag., MA. Agama Islam
2 Sulastriyono, S.H., M.Si. Bahasa Belanda
3 Drs. Ariyanto, M.Hum. Bahasa Indonesia
4 Rafael Edy Bosko, S.H., MIL. Bahasa Inggris
5 Prof. H. Soehino, S.H. Ilmu Negara
6 Hartono, S.H. Pend. Kewarganegaraan
7 Drs. Armaidy Armawi, M.Si. Pend. Pancasila
8 Sigid Riyanto, S.H., M.Si. Pengantar Hukum Indonesia
9 Mailinda Eka Yuniza, S.H., LL.M. Pengantar Hukum Indonesia
10 Kunthoro Basuki, S.H., M.Hum. Pengantar Ilmu Hukum
11 Hariyanto, S.H., M.Kn. Sikap Mental & Etika Profesi

Terimakasih untuk semua guru dan dosen yang telah memberikan ilmunya terhadap Khibran, semoga dapat bermanfaat bagi semua. Insya Allah Khibran akan membuat bangga para pendidik dan guru yang telah memberikan ilmunya pada Khibran dan Guru-guru Khibran Insya Allah juga akan bangga mempunyai murid Muhammad Khibran.

RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA

Widya Castrena Dharma Sida

Prajna Vira Dharma Chevara

Anabda Wasita Trusing Tyas

Cinta Tanah Air, berkepribadian Disiplin, bersikap tegas dan bermental Pemimpin itulah empat hal yang  Khibran dapatkan selama perjalanan sebelum menjadi Anggota Menwa Indonesia dan Menwa UGM. Alhamdulillah Khibran dapat melewati tes seleksi awal (Administrasi, kesemaptaan, kesehatan, wawancara dan psikotes) dan dapat mengalahkan beberapa saingan…(hehehe terlalu lebay), dengan lulusnya tes tersebut bukan berarti Khibran dapat diterima menjadi Anggota Menwa Indonesia lebih-lebih Menwa UGM.

Untuk dapat menjadi Anggota Menwa UGM, harus melewati 3 fase pendiikan, yaitu LPP (Latihan Pra Pendidikan) atau di Menwa diluar UGM menyebutnya sebagai Pradik, kemudian Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) yang selama dua minggu lebih kami Camen (Calon Menwa) ditempa langsung oleh TNI di Rindam 4 Diponegoro Magelang. Setelah kami lolos Pendidikan Dasar tersebut dan kami resmi menjadi Menwa Indonesia (setelah mendapatkan NBP) setelah itu kami untuk bergabung menjadi anggota Menwa UGM harus melalui Gama Yudha atau pembaretan. Alhamdulillah, Khibran dapat melewati fase demi fase dengan predikat lulus. Sebuah kebanggaan dapat menjadi anggota Menwa Indonesia terlebih Menwa UGM.

Dari sini Khibran dapat menyimpulkan bahwa di Menwa kita dituntut untuk serba Tanggap Tanggon dan Tregginas. Hanya satu kata yang keluar dari mulut anggota Menwa ketika diperintah senior/staf lain yaitu SIAP. hahaha dari hal tersebut kita dilatih untuk lebih survive.

Banyak pengalaman yang Khibran dapatkan di selama Menjadi Anggota Menwa, Khibran dapat nembak pake M16, dapat naik pesawat, dapat pergi ke Padang Sumbar, belajar persis yang diajarkan pada Tentara, Belajar menjadi relawan dilatih langsung oleh BNPB, dapat bersalaman dan berbincang dengan Wapres, Pramono Anung, Mendiknas, Menteri PU, Mantan Men Ekonomi, Rektor UGM dan orang hebat lain. dan banyak hal menarik, pengalaman baru serta ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.

DiMenwa UGM atau Mahakarta ini Khibran masuk dalam Yudha 32…bersama tujuh teman lain yang masuk menjadi Anggota Menwa UGM.  dengan NBP 09901011398 dan Jabatan sampai diturunkan tulisan ini adalah Kepala Logistik. Di Menwa UGM ini Khibran mersa tidak mendapatkan sahabat atau teman…akantetapi Khibran mendapatkan sebuah Keluarga…Kakak2 dari yudha diatasnya baik saat ini menjabat Staf/Senior atau Alumni. Keluarga yang mempunyai Visi, Misi yang sama…walaupun juga tentunya didalam keluarga tersebut terdapat perbedaan…

Sebagai Anggota Menwa Indonesia memang diperlukan semangat akan keikhlasan dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian)… banyak pengabdian yang kami lakukan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain…tidak ada bayaran langsung pada anggota ketika melaksanakan tugasnya. Yaa…semuanya karena semangat untuk membangun Negeri Pancasila agar tetap Jaya dan Jaya Selamanya.

Itulah keluarga-keluargaku yang pernah menjadi bagian dari hidupku dan tentunya akan menjadi memory abadi yang terus tersimpan dalam benakku… Terima kasih keluargaku, terima kasih telah mau menemani perjalan hidupku ini… Terima kasih Ya Allah telah memberku keluarga yang sungguh luar biasa…Alhamdulillah…


[1] Wali Kelas Khibran pada waktu kelas 3

[2] Wali Kelas Khibran pada waktu kelas 1

[3] Wali Kelas Khibran pada waktu kelas 2

8 Komentar (+add yours?)

  1. jati
    Feb 17, 2009 @ 10:16:52

    kib duwe pacar urung? nek wis kenalke karo aq ya…

    Balas

  2. khibran
    Feb 21, 2009 @ 11:06:37

    he…he…
    Alhamdulillah Q belum punya pacar….

    Balas

  3. Liza
    Feb 24, 2009 @ 17:03:37

    Wakakakakakak……
    Mas,ak baca cerita wktu dirimu jatuh dr biz…
    Hehehe…
    Bener ae U jatuh..
    Orang bisnya g rela U naikin og..
    Hehehehe…
    S0ri,mas..Hehe…
    Ketawa mpe sakit perut kiy….

    Balas

  4. khibran
    Feb 26, 2009 @ 14:07:46

    @Lizaprila Deviwuryandari
    he..he..he..
    wah memang crita itu ndak bisa Khibran lupakan sampai sekarang…

    Balas

  5. Liza
    Feb 27, 2009 @ 15:16:20

    Wah,kurang ajar we,bran!!!
    Nulis nmaQ ae salah..
    Taktuntut we…
    Kalo gak tau nmaQ y gak usa dtulis ae to,mas… :-(

    Balas

  6. khibran
    Jul 09, 2010 @ 09:33:46

    @Liza…
    Wah sory…sory…
    gitu aja koq marah to…
    hehehe…

    Balas

  7. Sulastriyono
    Nov 11, 2010 @ 09:37:41

    alhamd ada mahasiswa saya yang menulis tentang data pribadi dan para guru yang pernah memberikan ilmu.

    ayo, siapa menyusul?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.285 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: