Liberalisasi Pendidikan : Tugas Opspek Pertamaku

Saat pertama masuk ke Fakultas Hukum UGM aku harus melalui tantangan pertama yaitu OPSPEK dimana banyak tugas telah menanti. Salah satu tugas yang diberikan yaitu membuat essai dengan tema “Liberalisasi Pendidikan”. Tentu saja aku mengalami banyak kesulitan karena selama ini kemampuan membuat karya ilmiah masih terbatas, belum lagi dengan istilah liberalisasi masih awam. Dengan bantuan OM-ku aku mencoba untuk membuat essai tentang Liberalisasi Pendidikan.

Liberalisasi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan suatu pandangan atau faham yang memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada individu maupun organisasi dalam menerapkan suatu pikiran maupun gagasan dengan tidak melanggar kebebasan orang lain. Konsep liberalisasi ini dibawa dari Barat yang terus didengungkan ke Indonesia dengan berbagai budaya dan pola pikir.

Dengan konsep liberal, maka pendidikan menjadi hak dan kewajiban warga negara untuk memperoleh, mengembangkan dan mensosialisasikan pendidikan. Pemerintah memberikan kebebasan kepada semua pihak untuk menyelenggarakan pendidikan dengan ketentuan tidak bersinggungan dengan kepentingan pihak lain.

Kedengarannya konsep ini sangat bagus yaitu memberikan kebebasan dalam pendidikan. Nah bagi Indonesia hal ini tentu banyak efek negatifnya. Bayangkan saja dengan kebebasan yang diberikan pemerintah tidak mampu mengontrol proses pendidikan yang di luar batas budaya ketimuran.

Konsekuensi dengan munculnya Liberalisasi Pendidikan adalah banyak bermunculan sekolah-sekolah atau Perguruan Tinggi asing di Indonesia. Mungkin bagi konsumen hal ini akan menguntungkan karena semakin banyak pilihan memilih sekolah tetapi tanpa disadari ini akan menjadikan bumerang bagi pendidikan nasional dimana akan sulit untuk bersaing dan mengembangkan budaya lokal.

Konsekuensi liberalisasi pendidikan tentu tidak hanya persaingan budaya lokal dengan budaya asing melalui sekolah asing, tetapi juga pemerataan pendidikan. Anak-anak yang tidak mampu baik secara ekonomi, politik, budaya maupun kecerdasannya akan tersingkir dan tidak mendapat pendidikan yang baik. Hal ini perlu disadari oleh pemerintah dalam menerapkan konsep pendidikan di Indonesia.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.285 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: