PESAN SINGKAT PAK HARTO DI MONJALI


Pada tanggal 2 sampai 6 Juli 2008 Khibran berlibur di Yogyakarta. Memang sih, sebenarnya pada tanggal tersebut khibran mengikuti tes toefl yang diselenggarakan oleh ugm. Waktu sekitar lima hari Khibran manfaatkan untuk mengenal kota Yogya, karena Insya Allah Khibran akan kuliah di kota pelajar tersebut dan maklum Khibran belum paham dan hafal daerah di Yogya.
Selama berlibur di Yogya Khibran menginap di rumah Om Ali. Memang sudah Khibran rencanakan untuk mengunjungi dan berwisata di Monumen Jogja Kembali atau yang banyak disebut dengan Monjali. Keinginan Khibran akhirnya terealisir pada Jum’at 4 Juli 2008, setelah mengantarkan Om Ali untuk melakukan bimbingan di rumah makan Mlati Sleman khibran langsung menuju ke Monjali. Memang Khibran belum hafal wilayah Yogya, tapi karena terdapat papan petunjuk akhirnya Khibran sampai juga di Monjali. Dengan tiket masuk seharga lima ribu rupiah kita dapat memasuki area monjali.
Lantai satu Monjali terdapat beberapa benda-benda dan artikel-artikel bersejarah bagi bangsa Indonesia. Seperti foto pahlawan, senjata yang digunakan oleh pejuang dan artikel mengenai para pejuang. Khibran sangat kagum dan bangga terhadap perjuangan para pahlawan dalam mereut dan mempertahankan kemerdekaan. Dari sini Khibran mengerti bahwa Indonesia lahir atas perjuangan dan darah para pahlawan serta berkat rahmat Allah Swt.
Setelah mengitari dan memahami isi lantai satu Monjali, Khibran menuju ke lantai dua. Lantai dua berisi tentang diorama pada saat Indonesia mengahdapi Agresi Belanda ke II. Memang mempertahankan lebih sulit daripada merebut, mungkin pepatah itu memang tepat. Berkat serangan umum 1 maret atau dikenal dengan serangan janur kuning Indonesia dapat mempertahankan kemerdekaannya.
Lantai tiga adalah lantai terakhir dari gedung Monjali, disana hanya terdapat ruagan kosong yang menurut saya tak sebagus pada lantai satu dan lantai dua. Ruangannya pun kecil dan hanya terdapat pajangan bendera merah putih dalam ruangan tersebut. Namun Khibran menjadi kagum setelah Khibran melihat tulisan di dinding dalam ruangan lantai tiga tersebut. Tulisannya hanya empat baris saja tapi menurut Khibran mempunyai makna yang cukup dalam dan mengena bagi bangsa Indonesia, dinding tersebut bertuliskan demikian:
RAKYAT DAN ABRI (TNI – POLRI) SELALU MANUNGGAL
PERJUANGAN DAN CITA-CITA PANTANG GAGAL
NEGARA PANCASILA TETAP JAYA DAN KEKAL
BERKAT RIDHO TUHAN YANG MAHA TUNGGAL

Dibawah tulisan tersebut terdapat tanda tangan Muhammad Soeharto, selaku Presiden Republik Indonesia.
Pesan singkat tersebut harus menjadi motifasi kepada kita semua untuk dapat bersatu unuk memajukan bangsa Indonesia. Khibran berharap kepada semua warga Negara Indonesia untuk bersatu dan tidak terpecah belah. Memang Khibran saat ini bukan siapa-siapa tapi tentunya Khibran boleh meminta kepada semua warga Negara untuk bersatu, jangan terpecah belah gara-gara bendera partai yag berbeda, gara-gara warna kulit yang berbeda atapun karena suatu perbedaan. Pak Harto juga mengaatkan kepada kita agar perjuangan bangsa ini jangan sampai berhenti ditengah jalan, serta cita-cita Indonesia janga sampai gagal.
Semoga pesan singkat Bapak Muhammad Soeharto dapat menjadi acuan buat kita untuk bersatu dan mewujudkan Indonesia yang jaya, makmur dan sejahtera.
Pak Harto Jasadmu sepi Jasamu Abadi. Jaya NKRI, Jaya Rakyat Indonesia

1 Komentar (+add yours?)

  1. Smandung
    Okt 13, 2008 @ 12:08:51

    Ternyata Pak Harto masih aktif juga memberikan pesan dan petuahnya walaupun sudah meninggal

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: