TENTANG HIDUP…

hidup khibran

hidup khibran

Hidup adalah Perbuatan, Hidup adalah Perjuangan adalah dua kalimat yang sering kita lihat ditelevisi atau kita baca di poster atau spanduk-spanduk yang terbentang ditepi-tepi jalan. Kalimat-kalimat itu dipopulerkan oleh tokoh politik Indonesia, memang tujuan mereka adalah kampanye, untuk menarik simpatisan agar memilih partainya dalam pemilu 2009. Akantetapi mereka juga secara langsung mengajak kita untuk membentuk sikap dan mental kita menjadi lebih baik. Tergugah untuk berbuat demi kemanfaatan bersama, bergerak untuk berjuang demi terciptanya keadaan yang lebih baik.

Dua kalimat yang tak terlalu panjang tersebut seharusnya tidak hanya menjadi bahan omongan dan ajang mencari kepopuleran saja, namun harus benar-benar kita laksanakan bersama. Bersama kita bisa untuk hidup yang berbuat dan hidup yang berjuang. Tentunya apabila dua kalimat tersebut kita implementasikan dalam hidup kita (seluruh Warga Negara Indonesia), maka negeri Pancasila ini mencapai tujuan proklamasi yang kita idam-idamkan.


Tidak lepas dari dua kalimat tersebut diatas, Khibran akan sedikit berpendapat tentang apa itu hidup. Pendapat Khibran ini merupakan kutipan Omongan Mas Khairul Umam (Komandan Menwa Ugm) pada saat tes wawancara masuk Menwa Ugm dan didasarkan pada pengalaman yang terjadi pada diri Khibran.

Pada tes wawancara (6 Desember 2008) sesi terakhir yang berada di ruang Komandan, Mas Umam sedikit banyak memberikan wejangan atau nasehat-nasehat kepada saya. Salah satunya yang dapat saya ingat sampai sekarang adalah perkataan yang kurang lebih berbunyi “Hidup adalah Pilihan… dan setiap pilihan pasti ada resikonya”. Perkataan tersebut juga berkaitan tentang hidup, wah ternyata beragam pendapat tentang apa itu hidup. Pada awalnya Khibran tidak menghiraukan dan tidak memperdulikan kalimat tersebut. Ah… paling Mas Umam hanya tren-trenan saja, sekarangkan lagi musim kamut (kata mutiara)… he..he.. Maaf lo Mas.

Tujuh Puluh hari Kemudian

Senin 16 Februari 2009, saat itu seluruh Camen (Calon Resimen) Yudha XXXII dikumpulkan di Mako Menwa Ugm. Khibran belum tau kenapa kami berdelapan dikumpulkan. Ternyata kami diberitahukan semua tentang Diksarmil (Pendidikan Dasar Militer) dan pelaksanaannya dilaksanakan tanggal 3 – 17 Maret 2009 yang bertempat di Dodik Bela Negara Magelang. “Kenapa Diksar dilaksanakan pada saat masuk perkuliahan?, Berarti Khibran akan tidak mengikuti kuliah selama dua minggu, mungkinnya akan terjadi ekses kebelakang bagi perkuliahan Khibran”. Itulah sederet pertanyaan dan hipotesa yang terbenak dalam pikiran Khibran saat itu.

Kami (Camen) diberikan waktu tiga hari untuk memberikan jawaban, “Apakah ikut Diksarmil, ataukah tidak”. Dalam tiga hari tersebut Khibran merenung dan bepikir “Jikalau Khibran ikut Diksarmil maka Khibran tidak mengikuti kuliah selama 2 minggu, tidak kuliah dua minggu berarti tidak masuk setiap mata kuliah 4 kali, jika tidak masuk setiap mata kuliah empat kali maka Khibran akan tertinggal cukup jauh baik materi, absensi dan tugas yang lain”.

Lantas terbenak lagi didalam pikiran Khibran “Keinginan untuk masuk Menwa sudah Khibran miliki sejak Khibran masuk Ugm pula, sudah cukup jauh Khibran melangkah di Menwa Ugm (sampai Pradik), banyak yang sudah Khibran korbankan demi Menwa Ugm, tentunya berjuta pengalaman akan Khibran dapatkan jika mengikuti Diksarmil”.

Khibran benar-benar dihadapkan dalam dua pilihan “Ikut Diksar atau tidak”. Wah… itu semua memang suatu pilihan yang sangat amat berat bagi seorang Mahasiswa yang masih duduk disemester dua. Ternyata perkataan Mas Umam diatas (saat tes Wawancara asuk Menwa Ugm) memang benar adanya, didalam suatu hidup memang dituntut untuk memilih dan pilihan yang kita ambil tersebut pasti ada resikonya tersendiri.

ijk , Dengan mantap akhirnya Khibran putuskan untuk mengikuti Diksarmil yang Insya Allah diselenggarakan tanggal 3 – 17 Maret 2009 yang bertempat di Dodik Bela Negara Magelang. Keputusan tersebut Khibran ambil setelah melalui pemikiran dan perenungan yang panjang serta restu dari kedua orang tua Muhammad Khibran.

Salah satu perkataan Ibu Khibran saat memberikan restu kepada Khibran untuk mengikuti Diksarmil adalah “Nek Wis Njegur Sisan Telese”. Sebuah kalimat Jawa ngoko yang kurang lebih bermakna “Janganlah pernah kita melakukan suatu perbuatan yang setengah-setengah (ragu-ragu / tidak selesai / tanggung)”.

Insya Allah pilihan yang Khibran ambil tersebut adalah pilihan yang tepat, walaupun kiranya hal tersebut juga memiliki resiko tersendiri, dan Insya Allah keiikutsertaan Muhammad Khibran dalam Diksarmil akan memberikan berjuta dampak positif dan manfaat kepada Muhammad Khibran, Indonesia dan Semuanya. Amin yarobbal alamin.

Khibran Bicara

Dari salah satu cerita hidup Khibran yang terurai diatas, tentunya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa didalam sebuah hidup pasti diwarnai banyak pilihan. Maka daripada itu, disini Khibran berpesan kepada semua orang yang membaca tulisan ini, agar dalam mengambil setiap keputusannya / menentukan pilihannya harus didasari akan azas-azas yang baik dan benar.

Insya Allah tulisan ini bermanfaat. Amin…

4 Komentar (+add yours?)

  1. khibran
    Mar 20, 2009 @ 16:34:32

    Kemukakan pendapat teman-teman tentang “apa itu Hidup?”…

    Balas

  2. Muhal
    Mar 24, 2009 @ 12:27:44

    Hidup adalah tidak mati itu yang pasti Bran, kalau mati pasti tidak hidup. Tergantung dari sudut mana kita mengartikan hidup. Setiap orang, kelompok, organisasi mempunyai visi (cita-cita) yang perlu dicapai sehingga memerlukan kehidupan. Bagi saya hidup adalah pengabdian kepada sang “Pencipta” sharing ilmu, saling berbagi kepada sesama, saling mengingatkan dalam kebenaran, bersabar atas segala cobaan dan sebagainya. Visi manusia mungkin berbeda-beda yang dapat dilihat dari pandangan hidup, jalan hidup dan pegangan hidupnya. Semoga kita bisa mencari apa makna hidup yang sesungguhnya…

    Aku salut sama kamu Bran… semoga sukses dalam kehidupan…

    Balas

  3. brory
    Mar 24, 2009 @ 23:39:18

    kata dewi yull dan om brory marantika

    HIDUP ADALAH KESEMPATAN…
    SO.. AMBILLAH KESEMPATAN YANG ADA DI DEPAN MATA

    Balas

  4. khibran
    Mar 25, 2009 @ 11:54:33

    terima kasih atas tanggapanya… Moga hidup kita se,akin bermanfaaat dan lebih baik. Insya Allah.
    Amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: