UJIAN NASIONAL, HALANGAN DAN PENYAKIT PELAJAR…

Ujian Nasional (UAN) Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah semakin dekat, tinggal menghitung hari saja. Ujian yang kabarnnya akan dilaksanakan pada minggu ke empat bulan April 2009 ini, meliputi enam mata pelajaran. Bagi siswa yang mengambil program studi/jurusan IPS maka mata pelajaran yang diujikan meliputi; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Matematika, Geografi dan Sosiologi. Sedangkan siswa yang mengambil prodi IPA maka akan mengerjakan soal-soal matapelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Ujian Nasional merupakan salah satu momok yang cukup menakutkan bagi para siswa-siswi. Bagaimana tidak, karena apabila dari keenam matapelajaran atau salah satu tersebut tidak dapat menembus batas tuntas dan nilai kumulatif yang telah ditentukan, maka siswa tersebut dikatakan gugur. Siswa tersebut harus mengulang satu tahun atau memilih program ijzah paket C bagi siswa Sma.


Suatu masalah pasti akan bisa teratasi, sebesar apapun masalah tersebut. Bagi siswa kelas 3 SMA atau siswa lain yang akan mengikuti UAN, tentunya dituntut untuk dapat menguasai materi yang akan diujikan. Pelajaran tambahan secara intensif oleh pihak sekolah, mengikuti program belajar ekstern swasta, megikuti les-les di tempat Bapak dan/atau Ibu Guru sampai belajar wayangan (belajar semalaman suntuk) dilakukan oleh siswa untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Semua siswa menginginkan mereka dan kawan-kawannya satu sekolah lulus dengan hasil yang cume laud dan memuaskan.

Salah satu usaha untuk mencapai hasil UAN yang maksimal adalah dengan belajar. Dalam hal ini Khibran akan memfokuskan pembicaraan tentang masalah-masalah dan problematika dalam belajar. Belajar adalah suatu proses dari tidak bisa menjadi bisa. Siswa dalam belajar tentunya ada halangan dan hambatan.

Halangan

Halangan merupakan faktor yang dapat mengganggu belajar Siswa dari luar diri siswa atau factor Eksternal. Tidak adanya buku materi yang cukup, kurang jelasnya Guru dalam menyampaikan materi di sekolah atau keadaan dan tempat belajar yang tidak nyaman. Itu semua adalah factor yang dapat menghalangi siswa dalam memahami materi pelajaran.

Tentunya halangan tersebut ada solusinya. Bagi persoalan pertama apabila tidak mempunyai biaya untuk membeli buku pelajaran, tentunya kita dapat meminjam di buku-buku tersebut di perpustakaan atau abang angkatan.

Masalah kedua, tentang kurang jelasnya Guru dalam memberikan materi, pastinya juga ada jalan keluarnya. Minggu kemarin Khibran ngobrol dengan salah satu anak yang masih duduk di kelas 3 SMA, dia bercerita bahwa salah satu guru yang mengajarnya bila menerangkan mubeng rak karuan, orak mara’i mudeng malah ndadikno bingung (berputar tidak beraturan, tidak membuat jelas akantetapi membuat bingung). Sampai-sampai masalah tersebut katanya akan dibawa ke Kepala Sekolah untuk mengganti Guru yang bersangkutan tersebut. Wah, dengan mengganti Guru yang tersebut diatas, apa merupakan suatu solusi?. Khibran tidak akan berkomentar akan hal itu. Yang paling benar adalah bila diterangkan siswa tidak paham tentunya dianjurkan untuk bertanya sampai Siswa tersebut jelas.

Masalah Ketiga, dalam mencerna suatu materi pelajaran, apalagi menghafal dan memahami rumus-rumus matematika yang sangat banyak tersebut tentunya diperlukan suatu tempat dan suasana yang nyaman. Belajarlah dalam suasana yang tenang dan hening, pilihlah tempat yang terang, bersih dan terdapat sirkulasi yang cukup bagi keluar masuknya udara.

Kalau factor luar mendukung dalam proses belajar, tentunya Siswa dapat memahami dan mencerna materi pelajaran dengan baik.

Hambatan / Penyakit Pelajar…

Hambatan mengandung arti hal atau usaha yang dari dalam diri sendiri yang bersifat atau bertujuan untuk melemahkan secara tidak konsepsional. Hambatan merupakan suatu problem yang timbul dari diri sendiri. Dalam hal ini (kaitannya dengan hambatan dalam belajar) Khibran menyebutnya dengan istilah penyakit pelajar. Kalau halangan seperti disebut diatas dapat dipecahkan oleh orang lain akan tetapi kalau hambatan pemecahan masalahnya 90% ada dalam siswa sendiri.

Penyakit Pelajar dapat timbul kapan saja, dimana saja dan dapat menyerang semua siswa. Khibran membagi Penyakit Pelajar menjadi dua menurut waktu kapan timbulnya penyakit tersebut, yaitu;

1. Sebelum dan Ketika Belajar

Penyakit pelajar sering timbul sebelum belajar dimulai, antara lain malas, ngantuk dan bosan, berikut penjelasannya beserta cara mengatasinya;

Malas

Penyakit Pelajar ini memang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, karena penyakit ini mnyerang hasrat dalam jiwa siswa. Timbulnya penyakit ini ditandai dengan enggannya siswa untuk membaca buku pelajaran, dan hanya diam seribu bahasa dan seribu sikap.

Apabila malas sedang melanda, wah… rasanya habis semua tenaga dan kekuatan untuk melakukan sesuatu. Eit… tapi jangan kecewa dulu, kita bisa menghilangkan rasa malas tersebut dengan cara kita membayangkan cita-cita kita, menjadi Dokter misalnya. Dengan adanya gambaran di dalam pikiran kita akan sebuah tujuan hidup, maka Insya Allah rasa malas akan hilang. Hal ini terjadi karena apabila cita-cita itu kuat, maka akan memberikan dorongan kepada kita untuk semangat, dengan begitu da-da[1] malas.

Khibran disini menganjurkan kepada teman-teman yang akan melaksanakan UAN, bahwa teman-teman sekalian harus mempunyai cita-cita yang mulia. Perlu diingat ya… cita-cita dengan khayalan itu berbeda. Cita-cita membuat kita lebih semangat dan lebih baik, akantetapi apabila khayalan à hanya akan membuat kita jatuh dan terpuruk dalam buaian mimpi.

Ngantuk

“Belajar nak…”, suara Ibu menyuruh anaknya untuk belajar. “Besok aja ya Bu, aku ngantuk banget ni…” jawab si anak menolak perintah Ibunya. Jawaban anak dalam dialog singkat diatas rasanya paling sering kita dengar yang dijadikan penolakan anak atas perintah untuk belajar.

Dalam hal ini harus diperlukan strategi untuk mencegahnya. Kalau sudah sadar bahwa dirinya punya penyakit ngantuan, ya belajarnya jangan waktu larut malam dan dalam keadaan yang capek. Banyak teman Khibran yang belajarnya sekitar jam 4 pagi, setelah tidur, katanya lebih cepat masuk ilmunya. Yang jelas bila tidak ingin ngantuk sebelum belajar, ya sebelumnya diusahakan untuk istirahat/tidur terlebih dahulu dan badan harus dalam keadaan fit, jangan keadaan capek.

Satu nasehat dari Guru Khibran waktu kelas dua SMA tentang cara mengatasi ngantuk dalam kegiatan belajar adalah dengan cara mencelupkan jari kaki sampai mata kaki kita ke baskom berisi air dan sambil belajar, menurut beliau pasti tidak akan ngantuk. Nasehat tersebut terbukti atau tidak Khibran belum tau, karena Khibran belum pernah mencobanya.

Bosan

Dalam diri manusia tentunya ada keinginan untuk mencari hal baru dan meninggalkan yang lama. Apabila ditengah perjalanan belajar, kita merasakan suatu kebosanan sehingga menimbulkan hal negative, tentunya ada cara yang dapat mengatasinya. Misalnya dengan mengubah suasana dan tempat dimana kita belajar. Sambil mendengarkan musik misalnya, atau pindah ke luar rumah, di bawah pohhon yang rindang bahkan belajar kelompok dengan teman yang kita sayangi. Itu semua tentunya akan menimbulkan suasanan dan kondisi yang baru, dengan demikian masalah bosan ini dapat kita hilangkan.

2. Setelah Belajar

Peyakit yang melanda pelajar setelah belajar dan memahai materi adalah Lupa. Lupa merupakan kodrat dari manusia, karena Mahluk ciptaan Allah Swt yang satu ini adalah tempat salah dan lupa. Lupa memang kadang-kadang harus diperlukan dalam otak Manusia, yaitu melupakan kesalahan orang lain terhadap kita dan melupakan jasa kita terhadap orang lain. Akantetapi dalam masalah penguasaan materi atau dalam belajar penyakit lupa harus dibuang jauh-jauh. Seorang pelajar dalam memahami dan menerapkan ilmu materi pelajaran tidak boleh cepat lupa. Lupa salah satu rumus saja, akan berakibat domino fatal ke belakang.

Faktor lupa biasanya terjadi karena Siswa jarang mengulang materi pelajaran tersebut. Tentunya dalam penguasaan materi Siswa tidak hanya membaca satu atau dua kali saja, akantetapi berulang-ulang. Kita pasti ingat nasehat Bapak dan/atau Ibu Guru yang mengatakan bahwa Kalau pisau diasah secara rutin, maka akan menjadi senjata yang tajam”. Makna dari nasehat tersebut tentunya sama dengan otak Kita. Bila sering digunakan untuk membaca materi pelajaran, maka otak kita tidak akan mudah lupa, bahkan kita akan menjadi orang cerdas yang berwawasan luas.

Itulah solusi untuk menghindari penyakit yan menyerang Pelajar ini. Oh ya, mungkin juga dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi tentunya dapat membuat otak siswa kuat dan tidak mudah lupa.

………….

Itulah semua nasehat bagi diri Khibran sendiri tentunya dan kepada adik-adikku yang akan mengikuti Ujian Akhir Nasional. Insya Allah jika kalian semua sudah berusaha, maka cita-cita Lulus UAN dengan nilai memuaskan akan tercapai. Ingat Kunci sukses dala meraih cita pada zaman sekarang ini memerlukan DUIT[2]. Duit disini bukanlah suatu duit sembarangan, bukan ratusan ribuan atau jutaan. Namun pengertian Duit disini hanyalah suatu istilah, yaitu Doa, Usaha, Ilmu, Takwa.

Sukses untuk adik-adik mas Khibran semua…

CITA-CITA DAN PERJUANGAN PANTANG GAGAL…[3]

Khibran mengemukakan dan menjelaskan demikian bukan lantaran seorang ahli atau Khibran bicara tanpa adanya suatu dasar. Khibran mengatakan hal tersebut diatas berdasaran pengalaman yang pernah Khibran alami dan laksanaken.


[1] Selamat tinggal

[2] Diambil dari lagu PMR

[3] Pesan Singkat Pak Harto di Monjali

6 Komentar (+add yours?)

  1. kaitokid724
    Apr 23, 2009 @ 14:53:14

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & Gratis Musik dan Lirik untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/ujian_nasional_halangan_dan_penyakit_pelajar

    Balas

  2. khibran
    Apr 25, 2009 @ 01:21:39

    Sukses untuk adek2q semua…
    Cita-cita dan Perjuangan Pantang Gagal…
    Itu semua akan tercapai berkat ridho Allah yang Maha Tunggal…

    Balas

  3. afriyanto
    Agu 11, 2009 @ 13:52:38

    Moga sukses buat all my family,..
    di dalam menuntut knowledge,..
    amieeeeeeeeeeeeennnnnnnn,…

    Balas

  4. ekaindah k.
    Jan 23, 2011 @ 03:45:29

    he.he,makasih ya bacaanya. sya sangat setuju.hidup harus bermimpi,knp? krn dgn kita punya mimpi. kita akn berusaha mewujudkanya,tidak sekedar berkhayal belaka.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: