SURAT UNTUK KFC 1

“Sebuah cerita yang mengajarkan mengenai kesederhanaan dan rasa syukur kepadaNya”
(cerita untuk Anggota KFC)

Assalamualaikum Sedulur-sedulurku…
Salam Sejahtera, keselamatan dan kesehatan untuk kita semua….
Kawan, akhir Oktober 2010 ini…. Indonesia sedang berduka…dua bencana yang dapat dikategorikan besar menimpa Indonesia… Gempa disusul Tsunami yang Melanda Kab. Kepulauan Mentawai Sumatera Barat dan Letusan Gunung Merapi, telah mengakibatkan banyaknya korban yang meningal…Tidak kurang dari 400orang meninggal dan lebih dari 245korban hilang dalam Bencana tersebut….serta banyaknya korban luka dan pengungsi karena kehilangan rumahnya….
Mengenai hal tersebut… bolehkah saudaramu ini bercerita kepada sedulur-sedulurku ini???
walaupun cerita yang tidak berkaitan langsung dengan bencana… akantetapi Sebuah kisah yang bercerita mengenai pentingnya kesederhanaan dalam hidup, tidak berlebihan dan selalu bersyukur dalam setiap pemberianNya..sebuah cerita yang mengajarkan untuk hidup toleransi, membantu sesama dan rela berkorban… cerita yang Insya Allah akan bermanfaat bagi kita semua…. Amin
Tentunya boleh kan??? Alhamdulillah boleh (saya jawab sendiri)… 
________________

Kala itu, awal Oktober 2010 ketika Saya diundang dalam pesta Pernikahan Kakak dari teman Saya di Magelang…karena saya bisa menghadirinya, maka saya putuskan untuk berangkat kesana….Sesampai di Gedung Pernikahan, Saya langsung pergi ke Kamar Mandi, mengingat 1,5 jam perjalanan menahan untuk kebelakang….
Saat menuju ke kamar Mandi yang kebetulan bersampingan dengan tempat mencuci piring dan gelas (habis dipakai makan para tamu undangan), Khibran berjumpa dengan para pencuci piring dan gelas tersebut….Kurang lebih ada 6 orang…..
Dari pencuci piring tersebut ada hal yang membuat saya heran, yaitu… kesemua pencuci piring tersebut menampakkan muka sedih…bahkan salah satunya ada yang menahan keluarnya air mata dari kelopak matanya….sesekali mereka mengusap bola matanya yang basah berlinang air mata….

karena saya sudah ditunggu oleh teman-teman untuk masuk ke pesta, maka saya juga langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut dan menuju ruang pesta resepsi pernikahan…
Setelah memberikan ucapan terhadap kedua Mempelai dan berfoto dengannya…saya dan teman-teman langsung menikmati hidangan yang telah disediakan Keluarga Mempelai…. Subhanallah…. sungguh enak dan bervariatif makanan di pesta pernikahan tersebut…
Akantetapi pikiran saya masih terngiang-ngiang dengan kejadian yang saya lihat di kamar mandi tadi…berjuta pertanyaan menghampiri benak saya…kenapa pencuci-pencuci piring tersebut bersedih hati…
Beberapa pendapat-pendapat muncul dalam hatiku…apakah karena keenam Pencuci tersebut tak terlihat ada di pesta, sehingga juga tidak mengenakan pakaian bagus lengkap dengan dandanannya…. ataukah karena Mereka hanya ditempatkan di bagian belakang dari gedung resepsi, tepatnya di dekat Kamar Mandi…ataukah Mereka bersedih lantaran hanya mendapat bayaran dua puluh ribu plus sepiring nasi dengan lauknya….ataukah Mereka sedih hanya karena harus belakangan mendapat jatah makanan… ataukah karena tidak sempat memberikan doa selamat dan keberkahan untuk kedua pasangan pengantin yang berbahagia…akantetapi terlintas juga pikiran bahwa hal tersebut saya kira sudah mereka sadari sejak awal, karena mereka memang sudah memilih untuk bertugas sebagai pencuci piring.
Karena berjuta rasa penasaran dan terbayang-bayang tadi…saya akhirnya meninggalkan ruang pesta pernikahan dan menuju ke tempat para Pencuci piring tersebut berada….dengan rasa malu dan canggung saya bertanya kepada salah satu pencuci Piring…..Mengapa Engkau tampak bersedih hati (menggunakan bahasa jawa dan sok SKSD)…pertama mereka menjawab
“endak mas,…siapa yg bersedih??”…jawab mereka balik…
“Raut wajah dan berkaca-kacanya matamu tidak bisa membohongiku”.. jawabku seraya sambil bercanda..
Akhirnya mereka mau bercerita mengapa Ia dan kelima temannya bersedih hati… “Air mata kami keluar dan hati kami bersedih setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang teramat banyak….. juga potongan daging atau makanan lain yang tidak habis disantap para tamu undangan”. Jawab salah satu pencuci piring itu…
Pencuci piring lainpun (yang cewek) menambahkan “Tidak tertahankan sedih kami Mas… saat tumpukan makanan sisa itu saya masukkan dalam karung untuk kemudian saya buang ke tempat sampah, sementara anak-anak kami di rumah sering harus menahan lapar hingga tertidur.”, begitulah sahutan Pencuci piring lain sambil menetaskan air mata (bener ini bukan rekayasa)…
Mendengar hal tersebut…saya langsung kaget dan terharu mendengar jawaban itu…dan memang saya sempat meneteskan air mata…ternyata mereka bersedih bukan karena gaji atau kekurangan dalam dirinya….tapi, karena masih banyak sisa makanan yang ada dalam piring tersebut…Pencuci piring menangis karena nafsu para tamu undangan untuk menyantap semua hidangan….sehingga ada yang tersisa
Setelah mendengar jawaban atas pertanyaan mengapa keenam pencuci piring tersebut bersedih…maka..saya langsung meninggalkan kamar mandi itu dan bergabung kembali dengan teman-temanQ…
_____________
Andai saja para tamu undangan itu tidak mengambil makanan di luar batas kemampuan menyantap, andai mereka yang berpakaian bagus di pesta itu tidak taati nafsunya untuk mengambil semua yang tersedia, padahal tidak semua bisa masuk dalam perutnya…. mungkin akan ada sisa makanan untuk anak-anak yatim piatu atau anak jalanan…. Andai pula mereka mengerti buruknya berbuat mubazir… mungkin akan ada sebagian makanan untuk para korban bencana alam…
Itulah Sedulurku… sepenggal cerita dari Pencuci Piring yang tentunya dapat menambah Iman Islam Sedulur-sedulurku…bahwa serakah dan kerakusan yang mengakibatkan mubazir adalah perbuatan syetan…
Sedulur-sedulur tidak mau to…. dikatakan seperti syetan…saya pun tidak mau….
Kawan, bukan maksud saudaramu ini untuk menggurui sedulur-sedulur sekalian…Maksud Sedulurmu ini hanyalah bercerita mengalami pengalaman yg pernah Sedulurmu ini alami….
Sedulur, dalam bulan Oktober ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia sedang dilanda musibah…banyak korban meninggal yang berjatuhan…dan banyak juga korban luka… ratusan pengungsi yang kelaparan, kedinginan dan trauma juga ada…
alangkah tidak baiknya jika kita hidup berlebihan dan selalu menuruti nafsu seperti kisah tamu undangan diatas….menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan dunia yang tidak bermanfaat saya kira akan menyakiti ratusan para pengungsi dan korban bencana alam….menyakiti hati orang-orang yang kekurangan, orang yag lapar dan orang yang sedang berduka…
Mari kawan…kita hidup dalam kesederhanaan…hidup dalam kesyukuran dan hidup untuk berbagi dengan sesama….
Terima Kasih Sedulurku…karena engkau mau membaca cerita dan pesanku ini…untuk Anggota KFC yang bisa hadir dalam pernikahan Mbak Sumarni (7 November 2010)…mari kita buat gembira Mempelai dan para pencuci piring yang ada dalam pesta tersebut… jangan buat sedih para pencuci piring karena makanan kita yang sisa…ambillah makanan secukupnya……
Salam rindu dari Jogja…..untuk para anggota KFC (hehehe).. Seminggu lagi doakan aku bisa pulang…
NB:
Apabila Sedulur-sedulur ingin meringankan beban sebagian korban letusan gunung merapi…Kami, Resimen Mahasiswa (MENWA) tunggu bantuan Sedulur-sedulur melalui
BANK BNI46 CABANG UGM NO REKENING 0202111112 atas nama RESIMEN MAHASISWA UGM…
Atau bisa melalui media yang lain….trans tv, tv one atau yang lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: