PRAJURIT ANDAPUN LEBIH BERUNTUNG DARIPADA KOMANDAN KAMI

DANSAT UGM DAN DANJEN KOPASUS

“curahan perasaan dari seorang anak yang ingin menjadi Pejuang Pemikir dan Pemikir Pejuang bagi Bangsa dan Negaranya…..yang mungkin hanya dianggap angin lalu oleh Bapaknya

Alhamdulillah….
Bangga sekali rasanya, bagi saya Pribadi…bisa bersalaman dan berfoto bersama dengan KASAD, Danjen Kopasus serta Jenderal-jenderal lain….Beliau-beliau adalah Pribadi yang hebat, kompeten serta mempunyai dedikasi, serta mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara…
Ketekadtan hati dan sikap Beliau, untuk selalu mengabdi serta setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hal yg membuat saya antusias untuk bisa lebih dekat kepada mereka….
dan hal tersebut tidak saya sia-siakan…..;

….Kopral anda, lebih beruntung daripada Jenderal kami Ndan….
sebuah kata lirih terucap dari seorang anak kepada Bapaknya…..

setelah Mendengar hal tersebut…senyum manis keluar dari bibir sang Komandan berbaret Merah…
sambil menoleh ke seorang anak yang mengajaknya bicara…

….Semua Anggota kami mempunyai keinginan seperti Komandan, dan Anggota TNI yang lain…kami ingin mengabdikan jiwa dan raga kami untuk Pancasila dan NKRI Ndan…..

sekali lagi….hanya senyum yang keluar dari bibirnya….

Belum semua isi hati yang ingin dikatakan anak tersebut….
Orang bertubuh tegap dengan dua bintang dipundaknya diikode seorang Kolonel untuk meninggalkan tempat tersebut….berarti ditinggalkan juga anak tersebut sendiri….
—————————-

Di negara yang katanya Tata tentrem karta raharja, Gemah ripah Loh jinawi, Tuwuh kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku (Tertib damai senang dan selamat, Makmur dan subur tanahnya, Segala yang ditanam akan tumbuh subur, Segalanya dapat dibeli dengan harga murah) sangat sulit sekali berkesempatan untuk berbela negara. Kondisi politik seakan-akan menciptakan warga negaranya untuk tidak cinta kepada tanah airnya..

Memang bela negara dapat diaksanakan dengn berbagai cara, membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu cara termudah mengaplikasikan bela negara.

tapi bagi Kami yang menjadi Anggota Resimen Mahasiswa (MENWA) Indonesia*
Bela negara tidak hanya sekedar membuang sampah pada tempatnya, ataupun tidak terlambat saat kuliah dan tidak titip absen jika tidak masuk kelas….
Kami rela meninggalkan kuliah satu bulan untuk menolong korban gempa di Sumatera Barat (2009), kami rela tidak ikut ujian tengah semester, ujian akhir untuk hal tersebut….
Kami rela berdiri 12 jam dipinggir jalan (kaliurang) untuk membantu peserta UM saat itu….
Kami rela tidak bertemu dengan keluarga disaat libur semester untuk melatih adik-adik kami….
banyak lagi kerelaan-kerelaan Kami yang Insya Allah dapat bermanfaat bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini…
dan yang paling utama….
kami rela tidak mendapatkan sepeser uang pun (masuk kantong pribadi) dari kerelaan kami itu…
Karena kami selalu diajarkan untuk memberikan sebanyak-banyaknya kepada Negara,
bukan sebaliknya….

Para Anggota TNI, beruntunglah kalian yang bisa mengabdikan jiwa dan raga kalian untuk Negara Kesatuan Republik Indoneia….
Semua difasilitasi untuk dapat mengadikan diri kepada Ibu Pertiwi…sungguh sangat beruntung….
Kami iri akan hal tersebut….tapi, bukan lantas kami menginginkan Menwa dimasukkan dalam Komponen Cadangan, atau diberikan keistimewaan seperti pada era Orde Baru….
Bukan itu yang kami mau….

Kami hanya ingin diperhatikan….

Memang Tentara Menang dalam Medan Pertempuran….
tapi, Ia kalah dalam pertarungan Politik…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s