SURAT UNTUK KFC 2

PESAN UNTUK SEDULUR-SEDULUR PEREMPUANKU
(Anggota KFC)

Assalamualaikum Sedulur-sedulur yang cantik…lama tidak berjumpa ya….
Bagaimana kabar??? baik kan…..Puji syukur Allah swt telah memberikan kesehatan dan semua nikmat kepada kita, terutama nikmat iman islam….
Ngomong-ngomong…..Bolehkah saudaramu ini bercerita kepadamu??? Sebuah kisah yang tentunya akan bermanfaat bagi kita semua…. tentunya boleh kan???
Alhamdulillah boleh (saya jawab sendiri)… hehehe
Saat itu (September 2010) ketika perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Semarang (naik bus), aku duduk di sebelah seorang biarawati….beliau berasal dari NTT, Kupang tepatnya…tapi maaf saya tidak menanyakan namanya…dari perjalanan itu kami banyak bercerita dan berdiskusi tentang banyak hal…salah satu pembicaraan kami adalah mengenai wanita….dalam pembicaraan bab ini Beliau bercerita mengenai kisah yang terjadi pada jaman dahulu, kisah tersebut berjudul

“Mahalnya Sebuah Keperawanan”


Pada Zaman dahulu terjadi peperangan antara dua kerajaan besar (biarawati itu tidak menyebutkan nama kerajaan tersebut). Salah satu kerajaan akhirnya tertekan dan hampir kalah (dipimpin oleh Jendral xxx), untuk mencegah kian banyaknya jumlah korban dan amunisi pada pasukannya, akhirnya Ia memutuskan untuk mundur dan lari ke hutan belantara. Setelah tiga hari perjalanan di tengah-tengah hutan, akhirnya Jendral dan pasukannya melihat sebuah bangunan yang menjulang seperti sebuah kastil kuno, pintu gerbangnyapun seperti sebuah kota bertembok. Akhirnya jenderal dan pasukannya memasuki bangunan tersebut, sewaktu Jendral membuka gerbang, terlihatlah seorang wanita di hadapannya yang berjubah hitam (dimana wajahnya merupakan satu-satunya bagian tubuh yang nampak). Wanita itu memberi penjelasan kepada jendral bahwa tempat itu adalah biara khusus wanita yang harus diberlakukan seperti lazimnya. Lalu, Jenderal itu meminta tempat untuk beristirah dan makanan untuk balatentaranya untuk beberapa hari, dan ia menceritakan akan peperangan yang telah ia alami serta berjanji untuk melindungi para biarawati dan mentaati aturan yang ada. Pimpinan biara tersebut akhirnya memperkenankan permintaan mereka, dan mereka beristirahat di sebelah sisi biara tersebut yang merupakan gudang.
Pada malam kedua setelah jendral dan balatentaranya diperkenankan tidur di lingkungan Biara tersebut, Jendral xxx berhasrat mencari kesenangan seks dan melampiaskan pada seorang Biarawati. Akibat nafsu itu, ia melanggar janjinya untuk tidak berbuat kejahatan. Ia memanjati sebuah tiang yang menuju ke sebuah ruangan yang di huni oleh biarawati, dan ia melihat seorang biarawati tengah berdoa, walaupun Biarawati itu larut dalam doa-doa, gurat-gurat kecantikan wajahnya tidak terkikis sedikitpun.
lalu, Jendral itu mencabut pedang miliknya dan mengancam akan membantai biarawati itu jika berteriak atau melawan dan meminta pertolongan. akantetapi Birawati tersebut hanya tersenyum manis, seakan-aka ia sengaja ingin memuaskan nafsu Jendral xxx.
“duduklah dan beristirahatlah,kulihat kau sangat kelelahan” ujar biarawati kepada Jendral keji tersebut.
“aku kagum padamu Jendral, akan keberanianmu memimpin pasukan untuk berperang”.. lanjut Biarawati..
Merasa yakin atas mangsa dihadapannya, Jendral keji itupun akhirnya duduk didekatnya dan menyarungkan kembali pedangnya.
“aku memang pemberani dan gagah perkasa” jawab Jendral kepada Biarawati itu.
“Apakah kau tidak tahu bahwa di tempat suci ini (biara) kami memiliki ramuan ajaib yang akan melindungi tubuhmu dari runcing panah dan tajam pedang apabila kau oleskan ke tubuhmu” Sahut biarawati dengan tenang.
Jendral keji itu langsung berkata “Benarkah? Dimana ramuan itu?, tentu sekarang aku sangat membutuhkannya.”
Biarawati pun langsung menjawab “Tentu aku sudi memberikan sebagiannya untukmu”.
Jendral itu sama sekali tidak meragukan ucapan biarawati itu, lantaran memang jendral keji itu juga percaya akan tahayul.
Lalu, biarawati nan suci cantik itupun mengambil ramuan itu dan mengoleskannya ke lehernya sendiri seraya berucap“aku akan membuktikan ramuan ajaib ini padamu, loloslah pedangmu dan tebaskanlah ke leherku sekuat tenaga”
Akhirnya karena desakan biarawati cantik nan suci itu, ia menebaskan pedangnya sekuat tenaga. Ia melakukannya karena terus ditekan oleh biarawati cantik nan suci itu.
Diakhir tebasannya, disaksikan kepala biarawati itu menggelinding dari tubuhnya yang sudah tidak bernyawa lagi. Seketika itupun Jendral menyadari bahwa ramuan ajaib itu hanya tipu muslihat biarawati untuk mempertahankan diri dari perbuatan nista dan keji Jendral yang hendak mengambil kehormatannya.
Biarawati yang perawan mati…………..
Selesai….
Mendengar cerita dari Biarawati asal Kupang tersebut, hatiku langsung tercengang…. karena Biarawati (dalam cerita) tersebut memlih untuk dibunuh daripada harus menyerahkan mahkotanya pada orang yang tidak berhak memilikinya…
Bukan bermaksud untuk menggurui ataupun mengajari Saudara-sadaraku yang cantik….
tapi, Itulah cerita yang mungkin dapat menjadi pedoman bagi Saudara-saudara Perempuanku agar dapat menjaga Keperawanannya….Sampai benar-benar Seorang Ksatria Lelaki, secara syah Islam berhak untuk mengambilnya, alias melalui pernikahan yang syah terlebih dahulu…
Terima kasih Saudaraku yang cantik….karena engkau mau membaca cerita yang aku tuliskan…dan saya akan begitu berterima kasih dan bangga jikalau saudaraku yang cantik-cantik ini mampu menjaga keperawanannya sampai perkawinan yang syah….Amin.
Salam dari Saudaramu yang selalu berdoa agar kita semua diberi kebahagian dunia akhirat… Amin…
Ahmad Muhammad Khibran

2 Komentar (+add yours?)

  1. airyz
    Feb 21, 2011 @ 06:54:26

    banyak maknya yg terkandung di cerita ini mas..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: