Membentuk Mahasiswa Menjadi Pemimpin Muda yang Berloyalitas Tinggi, Kompeten dan Tangguh Melalui Pendidikan Keanakbuahan yang Terdapat Dalam Organisasi Kemahasiswaan Berkarakter

  • OPINI
    Mahasiswa merupakan manusia yang memiliki anugerah lebih daripada manusia lain, hal tersebut tidaklah berlebihan. Mahasiswa mempunyai kesempatan untuk mencari ilmu pada tingkatan tertinggi, dan yang perlu disyukuri lagi adalah Mahasiswa mempunyai harapan untuk menjadi pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa yang akan datang. Dua anugerah besar itulah yang seharusnya menjadi cambuk bagi Mahasiswa untuk terus bersemangat dan berjuang dalam meraih cita-citanya demi kemaslahatan bangsa dan negara.
    Ilmu yang akan didapat Mahasiswa sangatlah banyak, tidak hanya di bangku kuliah atau perpustakaan saja. Dalam bangku kuliah, Mahasiswa mendapatkan ilmu-ilmu teoritis dan ilmu terapan. Sebagai Mahasiswa, semangat untuk mencari ilmu tidak terbatas pada rumusan-rumusan teori saja, akantetapi juga dituntut untuk menguasai ilmu yang dapat membentuk kepribadian Mahasiswa itu sendiri. Kepribadian religius dan toleran, kepribadian yang nasionalis dan demokratis, kepribadian disiplin dan menghargai waktu, serta adanya sifat pemimpin dalam diri Mahasiswa. Ilmu yang dapat membentuk kepribadian-kepribadian unggul tersebut merupakan soft skill yang banyak mempengaruhi kesuksesan diri Mahasiswa tersebut. Ilmu kepemimpinan itulah yang seharusnya ada dalam setiap diri Mahasiswa Indonesia dan diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.


    Bagi Mahasiswa-mahasiswa, Organisasi kemahasiswaan adalah salah satu tempat yang tepat untuk membentuk kepribadian yang unggul dan menanamkan sifat pemimpin yang arif dan penuh pengabdian dalam jiwanya. Organisasi Kemahasiswaan juga mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda yang berloyalitas tinggi, kompeten dan tangguh. Organisasi Kemahasiswaan merupakan perkumpulan dari, oleh dan untuk mahasiswa. Hal tersebutlah yang membuat Mahasiswa mandiri, sehingga dapat lebih maksimal dalam menyerap ilmu-ilmu yang dapat membentuk kepribadian unggul dan lebih menghayati arti kehidupan. Organisasi Kemahasiswaan juga merupakan ajang penempaan diri,agar mahasiswa lebih tangguh dalam mengadapi kehidupan yang tidak selalu mulus ini, karena Organanisasi Kemahasiswaan mengutamakan asas kemandirian di dalamnya.
    Akantetapi, tidak semua Organisasi Kemahasiswaan siap sebagai wahana untuk membentuk sikap Mahasiswa menjadi unggul dan berkepribadian baik. Tidaklah semua Organisasi Kemahasiswaan mampu membentuk Mahasiswa menjadi seorang pemimpin yang memiliki loyalitas tinggi terhadap bangsa dan negaranya, tidaklah semua. Hanyalah Organisasi kemahasiswaan yang berkarakter saja yang dapat melakukan hal tersebut. Setidaknya, Organisasi Kemahasisswaan berkarakter tersebut harus mempunyai;
    1. Visi misi sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan jelas terarah.
    Visi misi merupakan hal penting yang tidak bisa dipisahkan dari Organisasi Kemahasiswaan. Ibarat perahu yang sedang berlayar, visi misi dalam Organisasi Kemahasiswaan adalah layar yang menentukan arah kemana organisasi akan menuju. Organisasi Kemahasiswaan haruslah mempunyai visi misi yang jelas dan terarah, yang mencerminkan organisasi tersebut. Dalam Organisasi Kemahasiswaan, visi harus sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan misinya harus selalu berdasarkan Pendidikan dalam setiap kegiatannya, harus ada pengabdian masyarakat dan bangsa negara dalam pelaksanaanya, serta melakukan usaha-usaha penelitian dalam bidang pendidikan. Jelas terarah, itu juga harus menjiwai visi misi Organisasi Kemahasisswaan. Visi misi tidak boleh goyah dan kabur, sehingga dapat dipahami serta dilaksanakan oleh semua anggota, yang notabene adalah Mahasiswa.
    Jika visi misi dalam organisasi kemahasiswaan tersebut sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan jelas terarah, maka akan menghasilkan kegiatan-kegiatan operasional yang baik, bermanfaat dan berkelanjutan. Kegiatan yang baik dan bermanfaat secara langsung akan membantu civitas akademika Universitas yang nantinya akan mensukseskan pembangunan nasional. Dari berkelanjutannya kegiatan operasional tersebut, maka secara langsung maupun tidak langsung dapat mengasah kepandaian dan kecepatan anggotanya. Bila kedua hal tersebut sudah terlaksana, maka secara otomatis tujuan dari organisasi tersebut akan tercapai, salah satunya yaitu membentuk Mahasiswa menjadi pemimpin muda yang arif.
    2. Adanya Pendidikan Keanakbuahan
    Ibarat sebuah cangkir yang cantik, tentunya cangkir itu juga melalui proses yang panjang untuk dapat dikatakan cangkir yang cantik. Pada awalnya, cangkir hanyalah seonggok tanah liat yang bau dan jelek, kemudian tanah liat itu diambil dan dicampur dengan air serta diinjak-injak oleh Pengrajin. Lalu, dilemparkannya tanah liat itu ke sebuah roda berputar dan ditinjulah tanah liat agar menjadi bentuk yang cantik. Tidak habis sampai disitu, kemudian dijemurlah diatas terik matahari sebelum dibakar dalam perapian yang panas. Setelah tanah liat benar-benar kering dan keras dicatlah agar menjadi sebuah cangkir yang cantik. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat panjang untuk membuat sebuah cangkir yang cantik.
    Coba kita renungkan, jika cangkir itu bisa bicara, pasti ia akan berteriak dengan sangat keras dan bahkan menangis, karena ia telah diinjak-injak, diputar-putar, dijemur, dibakar bahkan disemprot dengan cat. Akantetapi kesabaran akan penderitaan itu menjadikan tanah liat tersebut menjadi cangkir yang cantik. Jikalau saja ia berhenti sebelum proses selesai, maka saya yakin ia tidak akan menjadi cangkir yang cantik.
    Renungan tersebutlah yang menurut Penulis menunjukkan bahwa Pendidikan Keanakbuahan (Education Followership) sangat penting dan harus ada dalam Organisasi Kemahasiswaan. Kisah perjalanan cangkir tersebut sama halnya dengan Mahasiswa, jika ia terus ditempa dan didik dalam kawah Candradimuka, maka ia akan menjadi seorang Insan yang handal dan ampuh, yang nantinya secara langsung juga akan menciptakan Pemimpin Muda yang berloyalitas tinggi, kompeten dan tangguh di bidangnya.
    Sebenarnya Pendidikan Kepemimpinan juga sudah mencakup Pendidikan Keanakbuahan. Sudah ada materi bagaimana menjadi anak buah yang baik dan patuh dalam Pendidikan Kepemimpinan. Hanya saja kita yang kurang memperhatikan dan kurang mempraktekannya. Setiap Pemimpin yang baik tentunya juga akan menjadi anak buah yang baik. Menurut Penulis, Materi-materi Keanakbuahan atau yang dalam tulisan ini penulis sebut sebagai Pendidikan Keanakbuahan harus lebih ditekankan lagi pada anggotanya. Maksud dari Pendidikan Keanakbuahan dalam tulisan ini ialah setiap Anggota dari Organisasi Kemahasiswaan pada masa satu tahun pertama menjadi anggota, harus digembleng dan ditempa sesuai dengan porsinya. Mereka harus diajarkan menjadi anak buah yang baik dan patuh, tanpa melupakan nilai-nilai kepemimpinan.
    Pada masa satu tahun pertama, Anggota harus selalu diajarkan nilai-nilai yang dapat membentuk kepribadian, diantaranya adalah;
    1. Anggota yang notabene adalah Mahasiswa Indonesia yang beragama, harus ditanamkan sifat taqwa kepada Tuhan YME dan setia kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 45 serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Ketaqwaan kepada Tuhan inilah yang nantinya akan membentuk kepribadian Mahasiswa menjadi Insan yang religus dan toleran terhadap pemuluk agama lain. Kesetiaan terhadap Negara, Bangsa dan Ideologinya tentunya akan menumbuhkan sikap nasionalis demokratis dalam jiwa Mahasiswa. Setiap saat Mahasiswa harus ditekankan kedua hal trsebut.
    2. Anggota diajarkan tidak boleh membangkang pada pimpinan yang sesuai dengan aturan.
    Menjadi pembangkang tidaklah mencrminkan sifat masyarakat Indonesia. Taat pada pemimpin yang benar adalah ciri Indonesia sejati. Dengan selalu taat pada Pimpinan yang benar, maka Mahasiswa tersebut akan mendapatkan ilmu-ilmu secara langsung serta barokah-barokah dari pemimpin tersebut.
    3. Anggota diajarkan Siap dalam tugas apapun.
    Mengucapkan kata siap jika ada perintah yang ditugaskan rasanya sangatlah berat, walaupun siap hanya terdiri dari satu kata. em…saya pikir-pikir dulu deh..itulah biasanya yang sering terucap jika ada seorang diberi tugas dari orang lain. Dalam masa ini Anggota harus didik untuk selalu siap, artinya Anggota tersebut harus diiasakan untuk mencoba dan berusaha setiap ada pekerjaan dan tugas yang ada di depannya. Selalu diajarkan untuk pantang menyerah bila ia gagal. Jika Mahasiswa selalu mencoba, berusaha dan pantang menyerah maka semakin kompeten dan tangguhlah Mahasiswa tersebut.
    4. Anggota Selalu diajarkan sikap Disiplin
    Disiplin adalah kunci keberhasilan, tidak akan orang itu sukses jikalau ia tidak mendisiplinkan dirinya sendiri. Ungkapan itulah memang benar adanya. Setiap Anggota harus selalu ditanamkan sikap disiplin dan menghargai waktu. Jikalau ia terlambat atau melakukan kesalahan berilah ia hukuman yang mendidik, agar ia sadar dan tidak mengulanginya kembali. Tanamkan terus sikap disiplin dan menghargai waktu pada Anggota, dan katakana bahwa disiplin adalah nafas kehidupan. Disiplin inilah yang saya kira cukup dominan dalam mensyukseskan pribadi, organisasi dan negara keatuan.
    5. Anggota diajarkan untuk ikhlas dalam setiap perbuatan
    Sikap ikhlas dan tanpa mengharap balas budi akan setiap perbuatan yang dilakukan akan melatih Anggota untuk berbuat tanpa pamrih. Dengan terbiasanya melakukan perbuatan dengan ikhlas dan tanpa pamrih akan menumbuhkan sikap loyalitas terhadap organisasi, bangsa dan negara.
    Itulah kelima hal mengenai pendidikan keanakbuahan yang harus ditanamkan dalam setiap diri Mahasiswa. Jika kelima hal tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa Mahasiswa, maka akan membentuk kepribadian yang religius dan toleran, kepribadian yang nasionalis dan demokratis, kepribadian disiplin dan menghargai waktu, serta adanya sifat pemimpin dalam diri Mahasiswa. Jikalau Pendidikan Keanakbuahan itu sudah terlewati dengan sukses dan lolos, maka akan mengahsilkan kepribadian seperti tersebut diatas. Dan yang lebih istimewa lagi akan membentuk Mahasiswa menjadi Pemimpin muda berloyalitas tinggi, kompeten dan tangguh yang siap untuk membangun Indonesia kearah yang lebih baik dan sejahtera.
    Pemimpin yang berloyalitas tinngi berarti Pemimpin yang siap untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negaranya tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun. Pemimpin yang kompeten yaitu pemimpin yang handal dan mengetahui mengenai apa yang akan ia kerjakan,yang didasari akan ilmu dan pengalaman dari perjalanan hidupnya. Pemimpin yang tangguh adalah Pemimpin yang tidak mengenal menyerah, pemimpin yang pantang gagal dan pemimpin yang berusaha untuk mensejahterakan rakyat, bangsa dan negaranya.
    Untuk semua Mahasiswa seluruh Indonesia, ayo kita cari ilmu dimanapun dan sampai kapanpun. Ilmu-ilmu mengenai kepemimpinan yang nantinya akan mensejahterakan bangsa Indonesia. Seluruh Mahasiswa Indonesia jadilah seorang Pejuang dan Pemikir.
    Prajna Vira Dharma Cevana

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: