CERITA TENTANG SEBUAH CERITA

“Cerita yang mengkisahkan tentang harusnya hidup membalas budi kepada yang telah berjasa kepadanya”.

Dulu, keluarga Pak yoYON dan Bu EKA adalah sebuah Keluarga yang terpandang, kaya dan punya segalanya. Karena kehebatan tersebut mereka sering dipanggil oleh tetangga-tetangganya dengan sebutan GAMA alias Keluarga Maju. Hal tersebut dikarenakan Pak YON masih keturunan Keraton dan Bu Eka adalah anak dari Penguasa Negara dimana mereka tinggal. Tanah yang luas, dukungan dari pejabat-pejabat dan bantuan uang terus mengalir ke keluarga tersebut. Hal tersebut tidaklah mengherankan, karena mereka adalah anak Penguasa.
Setelah tiga puluh tiga tahun Gama terbentuk, mereka dikaruniai 34 anak. Sungguh Keluarga yang sangat besar sekali, dengan 34 orang anak.

Pada waktu itu, Anak pertama sampai nomor dua puluh satu, hidup dalam keberlimangan harta, ketersediaan banyak uang, materi yang melimpah serta dukungan penuh dari Penguasa negara tersebut. Mereka disekolahkan pada lembaga Pendidikan terbaik di negara tersebut, mereka mendapatkan fasilitas-fasilitas nomor satu. Tak mengherankan jika pada waktu itu mereka bisa melakukan segalanya. Sampai terjun dari atas langitpun mereka bisa lakukan. Akhirnya sekarang mereka bisa menjadi orang-orang yang hebat dan mampu mencukupi hidupnya sendiri dan keluarganya (istri/suaminya). Sungguh begitu banyak yang telah diberikan Pak Yon dan Bu Eka kepada mereka, baik harta, ilmu, materi serta pengalaman yang sangat berharga.

Seiring berjalannya waktu, Penguasa Negara tersebut, yang notabene adalah ayah dari Gama, mengundurkan diri dari jabatan tertinggi. Entah apa yang menyebabkannya. Akantetapi yang jelas, dampak daripada hal tersebut merembet ke keluarga Pak Yon dan Bu Eka. Keluarga itu tidak lagi mendapatkan perhatian yg ekstra dari penguasa, bahkan karena kepentingan politik dari kelompok lain keluarga itu sempat akan dibumi hanguskan.
Sekarang, kenangan tinggalah kenangan, Keluarga Pak Yon dan Bu Eka yang tadinya bergelimang harta kini menjadi keluarga yang biasa-biasa saja. Pada tahun 2011 ini, anak ke 32 sampai nomor 34 yang masih sekolah dan Anak nomor 32 yang menjadi tulang punggung bagi keluarga tersebut. Anak-anak ini tidak lagi mendapatkan pendidikan terbaik, bahkan dari urusan seragampun ia harus meminjam ke keluarga lain. Itulah yang dialami oleh anak nomor 32 dan sebelumnya (paska turunnya Penguasa tersebut). Anak ke 32 ketika akan bersekolah, ia harus meminjam seragam, tempat minum, sepatu dari keluarga lain. Sungguh tragis, kejayaan tinggalah kenangan, dan sekarang harus hidup dengan cukup prihatin.
Kakak-kakak (anak pertama sampai 21) yang telah mampu, dirasa kurang memberikan perhatian terhadap keluarga tersebut. Mereka sangat jarang sekali memberikan bantuan yang sebenarnya sangat diperlukan oleh keluarga gama tersebut. Sekarang keluarga tersebut memerlukan bantuan dana untuk kehidupan sehari-hari, termasuk biaya sekolah, Keluarga Gama membutuhkan link-link untuk mengembangkan usahanya.
Akantetapi kakak-kakak tersebut hanyalah memberikan cerita-cerita tentang kejayaan pada masa lalunya, bahwa saya iniloh dulu disekolahkan pada sekolah terbaik, kakakmu ini dulu pernah mengikuti semua pendidikan dari s1 sampai s3, dari keahlian kursus apapun pernah kakakmu alami…
kenapa kamu sekarang tidak bisa????
kenapa kamu sekarang loyo????

itulah tanggapan kakak-kakak melihat kondisi adiknya sekarang ini….
Memang cerita-cerita tersebut membuat semangat anak yang sekarang menjadi tulang punggung keluarganya…tapi sebenarnya bukan itu yang dibutuhkan sekarang…merka tidak membutuhkan cerita-cerita manis, yang mereka perlukan adalah wujud nyata dari kakak-kakak yang sekarang sudah menjadi orang sukses tersebut. Bukan NATO (not Action Talk Only). Kalau cuma omong, burung Beo pun bisa to….
Anak nomor 32 itupun juga sering disalahkan oleh kakak2nya karena ketidak becusannya merawat keluarganya.., sebenarnya anak nomor 32 itupun selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya dan adik-adiknya…tapi apa mau dikata…realita sering tidak sesuai dengan harapan… Sering Anak ke 32 tersebut berjuang untuk adik-adiknya, bahkan ia rela bekerja untuk biaya sekolah adik-adiknya, rela uang tabungan pribadinya untuk dipakai sementara untuk biaya sekolah adik-adiknya…
Biarlah… hanya Allah SWT tempat untuk meminta …bukan pada kaka-kakaknya, bukan sama pak rektor, bukan sama gubernur ataupun yang lain…itulah yang selalu diucapkan anak tersebut untuk meredam kekecewaannya…

_______________________________________

cerita itu hanyalah fiktif belaka yang bertujuan untuk menggambarkan harusnya hidup untuk membalas budi terhadap seseorang, sekolah, organisasi yang telah berjasa terhadap diri kita….
seharusnya kita harus mengingat dua hal dalam kehidupan kita, yaitu;
1.Kita harus mengingat semua kebaikan orang lain/apapun terhadap diri kita
2.Kita harus mengingat kesalahan kita terhadap orang lain.
Itu semua bertujuan untuk membentuk diri kita menjadi lebih baik….
Salam….

2 Komentar (+add yours?)

  1. Ayusakyustiono
    Jul 28, 2012 @ 17:05:45

    Kapan mau dicetak crita fiktifnya

    Balas

  2. shintadewi
    Jan 01, 2013 @ 12:15:19

    tersirat banget mas.. haha salam dari anak ke 35🙂
    semoga keluarga pak Yon da Bu Eka bisa lebih baik lagi bersama kami.. dan kami janji tidak akan menjadi kacang yang lupa dengan kulitnya..🙂 insyaAllha

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: