ALS IK EENS ALUMNUS WAS…..

“Berandai-andai seperti Ki Hajar Dewantoro”

Pada masa perjuangan pra-kemerdekaan di tahun 1913, pemuda bernama Soewardi Soerjaningrat1 menulis sebuah artikel bernada protes di surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dek ker. Seandainya saya seorang Belanda, saya tidak akan merayakan pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas kemerdekaannya, demikianlah penggalan kalimat artikel yang ditulis Soewardi Soerjaningrat.

Latar belakang Penulisan Artikel tersebut dikarenakan Soewardi Soerjaningrat merasa geram atas tingkah laku para penjajah yang bersenang-senang diatas tanah jajahan dan penderitaan orang lain. Tanah yang mengeyangkan dan menggemukkan perut penjajah, akantetapi membuat kurus pribuminya. Tulisan yang pedas dan berani, sehingga mengantarkannya ke pengasingan di negeri Belanda bersama dua sahabatnya, Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

Di tahun 2011 Sekarang ini, Khibran juga ingin berandai-andai seperti Ki Hajar Dewantoro. Berandai-andai yang bertujuan untuk mengingatkan.. mengingatkan kepada siapa yang lupa. Berangan-angan yang bertujuan untuk meluruskan, meluruskan siapa yang sudah menyimpang.

Als Ik Eens Alumnus was…..

Seandainya saya seorang Alumnus….

Kurang lebih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Alumnus mempunyai arti Seseorang yang telah lulus dari suatu sekolah, universitas atau almamaternya (termasuk organisasi), dan seseorang tersebut mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari almamaternya (ilmu, pengalaman dan materi).

Menurut saya, Alumni2 adalah sebuah gelar yang hebat, contoh alumnus fakultas hukum adalah seorang lawyer.Alumnus fakultas Kedokteran adalah seorang dokter. Inilah hebatnya seorang alumni… tentunya mereka hebat karena Almamaternya, almamater yang sudah memberikan banyak hal kepada Alumnus tersebut.

Sekali lagi, tidak mungkin seorang Dokter itu hebat tanpa Fakultas Kedokteran dimana tempat ia menempuh studi. Begitu pula dengan Ahli Hukum, ia tidak akan menjadi pengacara hebat tanpa sebuah Almamater.

Ya, Jangan Sampai Kacang lupa kulitnya, dengan kata lain, seorang alumni harus selalu ingat kepada almamaternya yang telah membesarkannya, serta selalu berusaha untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi sebuah almamater. Itulah hakekat yang ingin saya sampaikan.
Kembali ke Pengandaian

“Seandainya saya seorang Alumnus, maka saya akan berusaha untuk memberikan kontribusi saya sebanyak-banyaknya untuk Almamater”.
Itulah andaian saya.

Mungkin latar belakang tulisan saya ini sama dengan tulisan Ki Hadjar Dewantoro. Ya, Geram, geram terhadap keadaan. Bagaimana tidak geram, jikalau sebuah Almamater yang bisa dikatakan “sedang sekarat” ditinggalkan oleh Alumni-alumninya. Padahal, Almamater tersebut sudah melahirkan ribuan orang yang sudah sukses. Padahal, Alumnus tersebut telah menghisap apa yang ada dari almamater tersebut.

Mereka pergi entah kemana. Seakan-akan merasa cuek atas realita yang ada. Ditengah kemelaratan Almamater tersebut, mereka malah terus menghisap apa yang tersisa dari Almamaternya.

Tidak kah mereka merasa berhutang terhadap Almamater yang telah membesarkannya?. Tidakkah mereka ingin membesarkan Almamaternya?.

Saya kira, Anjingpun masih bisa mengenali dan menyayangi orang yang telah merawatnya.

Jika memang tulisan yang berandai-andai ini akan membawa saya kepada pengasingan, saya rela. Rela untuk diasingkan dari mereka yang tidak mau diingatkan dan rela dibengkokkan dari mereka yang tidak mau diluruskan. Karena saya cinta dn ngin memberikan yang terbaik untuk almamater saya.


“Terima Kasih Almamaterku, Jika Pemberian-pemberianmu (Almamater) dianggap sebagai hutang, sekaya Bill Gatespun aku tidak sanggup melunasinya, karena begitu banyak pemberianmu” (Khibran, 2011).

Yogyakarta, Awal Maret 2011, ditulis di sebuah ruangan berukuran 4 kali 3 meter dalam sebuah kantor yang dihiasi foto-foto Pahlawan bagi yang menganggapnya Pahlawan dan penghianat bagi yang menanggapnya penghianat.

Tulisan yang ditulis disaat hati terasa sepi, disaat jiwa merasa sendiri, disaat hanya Yang Maha Esa yang ada di Hati dan ditulis dimalam saat selesai tugas jaga dan malam adik-adikku akan berangkat pendidikan.

Jayalah Selamanya Almamaterku….

3 Komentar (+add yours?)

  1. dalimin
    Nov 14, 2011 @ 12:08:00

    Ngapusi.
    dobos tok isine…

    Balas

    • khibran
      Nov 16, 2011 @ 11:04:58

      Terima kasih Mas Dalimin.
      Mungkin kaca mata yang dipakai sampeyan dengan kacamata yang saya pakai berbeda… sehingga menimbulkan pemikiran dan sudut pandang yang berbeda pula…

      Balas

  2. khibran
    Mar 05, 2012 @ 15:04:13

    Dan Alhamdulillah…
    dari 163.000 (Februari 2011) menjadi 29.123.000 (desember 2011)..
    Itulah chusnul khotimah…
    Janji agar adik-adikku harus lebih baik, nyaman dan tentram daripada saya berusaha untuk saya tepati…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s