MENWA UGM GANDENG DISJARAH TNI AD ADAKAN “NIGHT AT THE MUSEUM” UNTUK GENERASI MUDA


“Sebuah inovasi untuk memperkenalkan arti penting museum dan menanamkan nilai-nilai kejuangan Pahlawan kepada generasi muda.

Penyerahan Cinderamata Kepada Kepala Museum Pusat TNI AD

Penyerahan Cinderamata Kepada Kepala Museum Pusat TNI AD

Sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari peran para pahlawan yang begitu gigih meraih dan mempertahankan kemerdekaan pada masa lampau. Ribuan nyawa yang gugur merupakan bukti semangat dan daya juang yang tinggi yang ditunjukan oleh para pahlawan dan pejuang tanah air. Di beberapa tempat, gerakan perjuangan tersebut diabadikan dalam MUSEUM.
Museum mempunyai peran penting dalam proses pengembangan karakter bagi Genarasi Muda. Setidaknya, museum memiliki empat fungsi penting, yaitu pendidikan, informasi, rekreasi dan inspiratif.
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang bisa dikatakan sebagai Kota Perjuangan, setidaknya mempunyai 9 (sembilan) Museum sejarah Perjuangan (yang terdaftar dalam Badan Musyawarah Musea DIY). Sembilan Museum tersebut antara lain;
1. Museum Benteng Vredebrg Yogyakarta
Terletak di Jalan Ahmad Yani 6 Yogyakarta
2. Museum Monumen Pahlawan Pancasila
Terletak di kompleks Batalyon 403 Kentungan Sleman
3. Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia
Terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto 88 Yogyakarta
4. Museum Perjuangan Yogyakarta
Terletak di Jalan Kolonel Sugiyono 24 Yogyakarta
5. Museum Monumen Yogya Kembali

Terletak Di Jalan Ring Road Utara, Jangkang Sariharjo Ngaglik Sleman
6. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
7. Museum Monumen Pangera Diponegoro
Terletak di Jalan H O S Cokro Aninoto Tegalrejo Yogyakarta
8. Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama”
Terletak di Jalan Jenderal Sudirman no 75 Yogyakarta
9. Museum Sasmita Loka Pangsar Jenderal Sudirman
Terletak di Jalan Bintaran wetan no 3 Yogyakarta

Namun era reformasi sekarang ini, Generasi muda hampir tidak pernah mengunjungi museum untuk menggali informasi yang ada didalamnya. Mereka banyak yang telah terbius oleh ekses-ekses daripada globalisasi. Era keterbukaan dan transparansi yang kebablasan membuat Generasi Muda tidak bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Globalisasi seakan-akan membawa kita untuk mengadopsi nilai-nilai barat yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Nilai-nilai kejuangan Pahlawan Republik Indonesia seakan-akan sudah jauh dari kehidupan mereka. Yang paling membahayakan adalah lunturnya semangat persatuan dan kesatuan yang telah dirintis oleh para Faundhing Father Republik Indonesia. Tidak kalah mengkhawatirkan, Pancasila sebagai sebuah ideologi yang seharusnya “dipedomani” nilai-nilainya, seakan-akan semakin asing di telinga.
Menyadari hal tersebut, Satuan Resimen Mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang menjadi wadah potensi bela negara di kalangan mahasiswa UGM, berupaya untuk mengajak generasi muda mencintai museum melalui kegiatan yang inovatif, menarik dan interaktif. Kegiatan positif tersebut adalah “Night At The Museum”. Sebuah kegiatan yang terinspirasi oleh salah satu film terkenal. Dalam kegiatan tersebut, Menwa UGM menggandeng Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat yang berkantor di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta. Kegiatan tersebut berupaya untuk memperkenalkan Museum kepada Generasi muda dengan interaksi yang menarik. Tidak hanya sekedar mengunjungi Museum saja, akantetapi juga diadakan Permainan-permainan membangun. Tak kalah pentingnya, kegiatan tersebut juga berfungsi untuk mempromosikan Museum TNI AD Dharma Wiratama yang merupakan Pusat Museum Kejuangan Pahlawan di Indonesia.
“Mereka tidak hanya berkunjung saja, namun ada misi yang harus diselesaikan yang terangkum dalam lembar kerja. Misi tersebut antara lain menjawab sejumah pertanyaan dan merangkai stiker yang tersusun seperti puzzle. Kepingan terakhir puzzle tersebut terdapat di bunker, dimana mereka harus memasuki tempat perlindungan itu seorang diri sambil menuliskan kesan mereka selama dalam acara. Di akhir acara, kemampuan mereka dalam memahami sejarah akan diuji melalui ajang cerdas cermat yang digelar pada pukul 04:30 WIB”. Ungkap Ketua Panitia. Salah satu Pelatih juga mberkata “Dalam keadaan yang terkantuk-kantuk para peserta masih bersemangat menjawab beberapa pertanyaan oleh anggota Menwa UGM”.

Foto Bersama Peserta dengan Panitia


Museum TNI AD Dharma Wiratama yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Kota Yogyakarta adalah salah satu museum yang berisi informasi tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada masa lampau. Museum ini mempunyai benda koleksi 4236 buah, antara lain foto, barang pribadi milik pahlawan nasional, senjata-senjata yang digunakan pada masa mempertahankan kemerdekaan dan informasi mengenai pergerakan rakyat melawan penjajah yang dipamerkan dalam 20 ruangan.

Waktu Pelaksanaan adalah;
Tanggal : Sabtu, 23-24 Juli 2011
Waktu : 19:30-07:00 WIB
Tempat Pelaksanaan : Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama”

Kegiatan “Night at The Museum” merupakan kegiatan berkunjung ke Museum TNI AD Dharma Wiratama pada malam hari. Namun tidak sekedar kunjungan, para peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok akan menyelesaikan beberapa tugas. Tugas-tugas tersebut antara lain:
• Apel Pemberangkatan.
Dalam acara ini, peserta dikumpulkan dan dibariskan sesuai kelompok. Setiap kelompok memiliki ketua yang bertugas mengkoordinasikan anggota kelompoknya dalam menyelesaikan tugas. Nama kelompok menggunakan nama beberapa pejuang TN. Dalam Apel ini juga mendapat kata sambutan dari ketua panitia mengenai aturan dalam mengikuti kegiatan ini.
• Long March ke Museum TNI AD Dharma Wiratama.
Setelah Apel, setiap kelompok diberangkatkan menuju Museum TNI AD Dharma Wiratama dengan rute sebagai berikut :
Markas Menwa UGM-Jalan Teuku Cik Di Tiro-Museum TNI AD Dharma Wiratama.
Rute tersebut merupakan bagian dari rute gerilya Panglima Jenderal Soedirman.
• Materi dari Pihak Museum TNI AD Dharma Wiratama.
Kelompok yang telah tiba di Museum TNI AD Dharma Wiratama di briefing oleh petugas dari museum mengenai tata tertib ketika berada di dalam museum. Petugas museum juga akan memberikan motivasi siswa untuk menggali lebih dalam informasi yang ada di museum dan menghilangkan rasa takut dengan merenungkan beratnya perjuangan pejuang masa lampau.
• Acara “Night at The Museum”.
Lima kelompok memasuki museum untuk mencari informasi dan pertanyaan yang tertera pada lembar tugas, baik tugas kelompok maupun tugas individu. Setiap kelompok akan dipandu oleh petugas museum dan satu orang personil Menwa UGM.
 Tugas Kelompok
Lembar kerja tugas kelompok tertera dalam bentuk kertas karton. Di dalam lembar kerja tersebut terdapat beberapa soal, dimana jawabannya tersedia pada beberapa benda koleksi museum. Setiap soal yang dapat dijawab akan mendapatkan stiker di pos yang dijaga oleh anggota Menwa UGM dan petugas Museum TNI AD Dharma Wiratama.
• Cerdas Cermat
Setelah kedua kelompok telah menyelesaikan misinya dan keluar dari museum, selanjutnya adalah acara lomba cerdas cermat yang diselenggarakan di Aula Museum TNI. Lomba Cerdas Cermat ini juga bertujuan untuk menguji sejauh mana pemahaman siswa terhadap apa yang ia dapatkan di Museum TNI Dharma Wiratama.
• Penghargaan
Penghargaan kelompok terbaik berupa piagam akan diberikan kepada kategori sebagai berikut:
 Kelompok dengan Skor Tugas Terbaik.
 Kelompok dengan Yell terbaik.
 Peserta dengan tugas individu terbaik.

• Apel Penutupan.
Ketika seluruh sudah menyelesaikan acara “Night at The Museum” seluruh peserta akan melakukan apel penutupan yang akan diisi oleh Komandan Satuan. Para siswa akan mendapatkan pengarahan pentingnya museum sebagai sarana pendidikan, informasi, rekreasi, dan inspirasi bagi generasi muda. Piagam penghargaan untuk kelompok dan peserta terbaik serta sertifikat kepada seluruh peserta akan diberikan pada saat Apel ini.

Demikianlah rangkaian kegiatan Night At The Museum, yang digelar pada 23-24 Juli 2011 di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Yogyakarta. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini! Melalui museum kita tingkatkan kesadaran kita akan rasa nasionalisme. Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah (Jas Merah- Bung Karno).
Ginong Pratidino… Ginong Pratidino… Ginong Pratidino

2 Komentar (+add yours?)

  1. Ainun Nuha
    Okt 12, 2011 @ 20:10:21

    kenangan yang indah. . sangat berkesan mengunjungi museum malam hari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: