EPISODE 2012

Bergantinya tahun, biasanya juga diiringi dengan berubahnya sebuah aktifitas. Hal tersebut mungkin dikarenakan pada tahun baru tersebut, seseorang memasuki masa pensiun, berakhirnya sebuah tugas atau tidak diperpanjangnya sebuah kontrak kerja. Sehingga dengan pekerjaan utama yang berubah tersebut, aktifitas-aktifitas lain juga mengalami perubahan. Hobi dan aktifitas sehari-hari biasanya juga berubah apabila seseorang berganti pekerjaan utamanya.

Selain itu, sudah menjadi kodrat bahwa setiap tahun manusia pasti akan mempunyai cerita dan episode yang berbeda. Dari skenario (rencana/cerita), latar (tempat), pemain figuran yang mendampingi tokoh utama (diri sendiri), karakter (sifat tokoh utama), costume bahkan dialognya pun sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ya, mungkin itulah yang melatar belakangi sebuah pepatah yang mengatakan “Kesempatan hanya datang sekali”. Sebuah pepatah yang mengajarkan kepada kita untuk mengambil peluang yang ada di depan kita serta mengabarkan kepada kita bahwa setiap waktu mempunyai cerita yang berbeda.

Episode Sekarang
Sepertinya episode (kejadian atau peristiwa yang sangat menonjol diantara rangkaian kejadian) saya pada tahun ini sangat berbeda dengan episode tahun-tahun sebelumnya. Tentunya sebuah episode yang ceritanya juga tidak lepas dari umur tokoh utamanya. Pada tahun 2012 ini, saya sebagai tokoh utama menginjak usia 22 tahun. Masa remaja menginjak dewasa, masa dimana seseorang mencoba untuk menemukan jati dirinya, sebuah masa yang mungkin pada umumnya diwarnai cinta, petualangan, keprihatinan, perjuangan dan doa.

Peristiwa yang menonjol pada tahun ini adalah “sowan bekti”, yaitu setiap dua belas hari sekali saya harus “menghadap” Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. Begitulah kira-kira, yang pada intinya menunjukkan wujud bakti seorang abdi kepada Rajanya. Selain itu juga sebagai langkah untuk menjaga budaya serta keutuhan nusa dan bangsa. Pada saat sowan bekti, saya diharuskan untuk menggunakan costume yang sangat berbeda dari pakaian biasa yang aku kenakan. Latar dari sowan bektipun juga begitu istimewa, yaitu rumah Sang Raja. Begitu pula dengan para pemain yang terlibat, yaitu Romo-Romo yang sangat setia untuk mengabdi kepada Raja.

Akan tetapi, jika saya amati episode pada tahun ini mempunyai sedikit kemiripan dengan cerita satu tahun yang lalu ketika saya masih menjabat sebagai Komandan Satmenwa UGM (staf Satmenwa UGM). Kemiripaan-kemiripan tersebut saya lihat secara subjektif, diantaranya berdasarkan (i) seragam yang dipakai, (ii) tempat tidur (iii) aturan-aturan dan berdasarkan (iv) kebersaman dan kesetiaan. Lebih lanjut, mari kita lihat beberapa persamaan tersebut;

 Seragam
Setiap Anggota Satmenwa UGM ketika sedang menjalankan tugas, wajib mengenakan Pakaian Dinas, baik Pakaian Dinas Lapangan (PDL) maupun Pakaian Dinas Harian (PDH) secara baik dan benar sesuai dengan Peraturan yang ditentukan. Hal tersebut juga berlaku bagi seorang Abdi Dalem Kasultanan Ngayogyokarta Hadiningrat. Kedua seragam tersebut mempunyai kelengkapan yang hampir sama yaitu;

• Penutup kepala
Di Menwa dan menjadi Abdi dalem, ketika bertugas diwajibkan untuk memakai penutup kepala. Di Menwa dikenal dengan baret yang berwarna ungu sedangkan Abdi Dalem menggunakan Blangkon atau Iket.

• Pakaian
Di Menwa dan Abdi dalem, ketika bertugas sama-sama diwajibkan untuk memakai pakaian seragam. Di Menwa ketika di dalam ruangan memakai PDH yang berwarna krem dan PDL ketika di luar ruangan yang berwarna hijau tentara. Sedangkan saat bertugas menjadi abdi dalem memakai baju biru tua lurik dan celana berbentuk jarik yang garis tepi (lis) nya diwajibkan berwarna putih.

• Sabuk
Di Menwa dan menjadi Abdi dalem, ketika bertugas diwajibkan untuk memakai sabuk. Ketika tugas di lapangan, PDL harus dilengkapi dengn sabuk yang bernama kopel. Sedangkan abdi dalem diwajibkan memakai sabuk yang mengikat kendit yang bernama kamustimang.

• Alas Kaki
Untuk yang satu ini terdapat perbedaan, untuk anggota menwa diwajibkan untuk memakai sepatu pantopel (PDH) dan sepatu PDL saat bertugas di lapangan. Sedangkan saat bertugas menjadi abdi dalem di dalam regol gepuro dilarang untuk memakai alas kaki.

 Tidur
Hal yang sangat berkesan ketika sedang menjalani kegiatan Menwa di lapangan adalah momen dimana saat istirahat (tidur), karena semua tempat apapun bisa dijadikan tempat tidur bagi setiap anggota Menwa. Bagi saya, tidur di kuburan, lapangan, di atas meja, di atas kursi, di kandang sapi, di emperan rumah, di jalan dan tempat-tempat yang tidak umum dipakai untuk tidur. Bahkan tidur sambil berjalan pernah saya lakukan.

Ketika tugas menjadi abdi dalem, saya juga pernah tidur di tempat-tempat yang tidak umum.

 Tradisi
Tradisi yang sangat mirip diantara dua aktifitas tersebut adalah “jalan jongkok”.

 Kebersamaan dan Kesetiaan
Di Menwa dan Abdi dalem, kebersamaan dan kesetiaan adalah dua sifat yang selalu dijunjung tinggi. Di menwa selalu bekerja sama untuk menyelesaikan tugas serta setia kepada tugas dan almamaternya. Abdi dalem pun juga sama, para konco memili jiwa kebersamaan yang tinggi, walaupun “duniawi”nya tidak berlebih, tapi mereka mampu untuk mencukupi semua kebutuhan. Mereka pun selalu menjunjung tinggi kesetiaan kepada Rajanya.

Ya…. itulah episode saya di tahun 2012 ini.. Insya Allah, Tuhan Yang Maha Tunggal selalu memberikan keikhlasan, istiqomah, kelancaran dan kesuksesan kepada saya untuk menyelesaikan tugas manusia di dunia ini… serta memberikan khusnul khotimah dan menempatkan saya ke dalam surga firdaus… Amin yarobbal alamin…
Ginong Pratidino…Ginong Pratidino….Ginong Pratidino….

2 Komentar (+add yours?)

  1. Beni Saptiyanto
    Feb 13, 2015 @ 00:06:11

    mau nanya, apakah mas nya mengabdi sebagai abdi dalem kraton? lalu bagaimana dengan pekerjaan di luar kraton?

    Balas

  2. khibran
    Feb 15, 2015 @ 07:23:27

    Ya Mas, kurang lebih tiga tahun mengabdi menjadi Abdi Dalem di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Keben 12/ Nrangdahono 12, Purorakso, Punokawan)….
    Saya dulu menjadi Abdi Dalem ketika menjadi mahasiswa di UGM Mas… Saya bagi waktunya Mas,, tapi pernah juga bolos kuliah karena da tugas di Karaton (ketika Pernikahan GKR Hayu),,,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: