Diamnya Anak Bajang….

Sebelum Kau suruh aku diam, aku pun sudah “mbisu”, “topo”, “ora ngomong”….
Aku juga tak terlalu berhasrat membicarakan masalah dunia yang Kau dendangkan sekarang…. Tak ada minat aku memperdebatkan benar atau salah atas TitahMu itu….

Tapi, diamku yang bagaimana yang Kau inginkan????

Diamnya seperti “Manikmaya” kah??? yang diamnya adalah siasat yang mengantarkan dirinya menjadi penguasa Jonggring Saloko….

atau diamnya “Prabu Salya”???, yang diamnya mengantarkan kematian bagi menantunya Adipati Awangga, Karno Suryoputro….

atau diamnya “Kumbokarno”??? yang diamnya penuh keragu-raguan karena BINGUNG MANA YANG HARUS DIPIHAK, Rahwana kakaknya yang melambangkan Dur Angkara Murka atau Sri Rama Raja Pancawati yang cermin kesucian ….

Ya… aku belum bisa memahami bagaimana perintahMu; diamku untukMu…. perintahMu kali ini tak seperti nasehatMu beberapa warsa yang lalu, nasehatMu ketika aku baru pertama kali memasuki Bangsal Kencono… ya, aku tak boleh berbicara kalau tidak diajak bicara, topo rame katanya…..

Tapi, mengejewantahkan apa maksudMu kali ini, tak cukup menggunakan talingan, tapi juga harus menggunakkan rogo, roso lan rupo untuk memahaminya….

……

Dalam keterbatasanku memahami apa perintahMu, aku hanya mampu berdoa… semoga apa yang selama ini Kau ajarkan padaku dapat aku laksanakan dimanapun dan kapanpun juga… semoga HaBa tetap menjadi Hayuning Bawana, semoga kita dapat mempercantik dunia ciptaaan Gusti Kang Maha Akarya Jagad, kanthi laku sepi ing pamrih rame ing gawe…..

Akhir kata, aku mau menuliskan salah satu kutipan dalam sastro jendra… Tak bermaksud mengingatkan siapapun, tak bermaksud pula menyinggung atau mendukung apa yang telah Kau kumandangkan…. Aku hanya mau menuliskan apa yang tertulis dalam sastra jendra….

Karena aku sadar, aku bukan siapa-siapa… beberapa purnama yang lalupun Kau menyuruhku menanggalkan Pranakan yang Kau berikan dulu… Wangkingan Luk Lurus pun harus aku sarungkan karena ketetapanMu tak sesuai dengan pilihanku….
…..

Akeh Abdi mung ngutamakke bondo,
Abdi do Ngumbar nafsu angkara murka,
Lali prihatin lali noto bathin,
Janji kang diucap ora ditetepi,
Wong Gede wani nglanggar sumpahe dhewe,
Wong salah bungah,
Wong apik ditampik-tampik,
Wong wadon arep nunggang jaran,
Wong lanang linggih plangki,
Iku tandhane wolak-waliking zaman,
Iku tandhane musna panguwasane,
Iku tandhane ilang wahyune…
…..

Jum’at sing lagi Paing, 19 Rejeb 2015….
#TidakAdaOntran-Ontran, #DiamnyaAnakBajang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: