Hari Yang Pasti Akan Terjadi….

kau tahu, hari yang pasti akan terjadi itu benar-benar akan terjadi….
Tapi, kenapa sedikit sekali kau mengimani???….
Kenapa pula kelakuanmu semakin menjadi jadi???….
Tak takutkah kau jika pada hari yang pasti akan terjadi itu, kau menerima catatan amalmu dengan tangan kiri????
tak ngerikah kau jika pada hari yang pasti akan terjadi itu tujuh puluh hasta rantai membelenggumu….
Renungkanlah!!!! hari yang pasti akan terjadi itu menyudahi segala sesuatu….
Ingatlah!!! ketika tiba hari yang pasti akan terjadi itu, membuat harta duniamu sama sekali tak berarti bagimu….
Selagi nyawa dan badanmu masih menyatu, taat dan takwalah atas perintah dan larangan Tuhanmu….
Jadilah laki-laki yang baik…..
Hijrah mas… Hijrah…
Murnikan tauhidmu….
Sempurnakan takwamu….
Tawakalkan dirimu…..

‪#‎AlHaqqah‬
‪#‎HariYangPastiAkanTerjadi‬
‪#‎AnakBajangMembacaPeringatan‬

Diamnya Anak Bajang….

Sebelum Kau suruh aku diam, aku pun sudah “mbisu”, “topo”, “ora ngomong”….
Aku juga tak terlalu berhasrat membicarakan masalah dunia yang Kau dendangkan sekarang…. Tak ada minat aku memperdebatkan benar atau salah atas TitahMu itu….

Tapi, diamku yang bagaimana yang Kau inginkan????

Diamnya seperti “Manikmaya” kah??? yang diamnya adalah siasat yang mengantarkan dirinya menjadi penguasa Jonggring Saloko….

atau diamnya “Prabu Salya”???, yang diamnya mengantarkan kematian bagi menantunya Adipati Awangga, Karno Suryoputro….

atau diamnya “Kumbokarno”??? yang diamnya penuh keragu-raguan karena BINGUNG MANA YANG HARUS DIPIHAK, Rahwana kakaknya yang melambangkan Dur Angkara Murka atau Sri Rama Raja Pancawati yang cermin kesucian ….

Ya… aku belum bisa memahami bagaimana perintahMu; diamku untukMu…. perintahMu kali ini tak seperti nasehatMu beberapa warsa yang lalu, nasehatMu ketika aku baru pertama kali memasuki Bangsal Kencono… ya, aku tak boleh berbicara kalau tidak diajak bicara, topo rame katanya…..

Tapi, mengejewantahkan apa maksudMu kali ini, tak cukup menggunakan talingan, tapi juga harus menggunakkan rogo, roso lan rupo untuk memahaminya….

Lagi

Makku dan Doanya Untukku

Mak, Kau kan dulu bilang bahwa aku anakmu sudah dewasa…..
Kaupun selalu berucap bahwa anakmu ini sudah tak patut berbuat dosa….
Katamu, perbuatan anak mak seharusnya sudah bukan lagi pada tahapan menghindari apa yang diharamkan, tapi sudah bisa jauh dari sia sia….
Dalam asmarapun mak sepertinya mengijinkan anakmu ini untuk segera menikah…..
Mak percaya bahwa anak mak sudah bisa membedakan arti cinta dan nafsu….
Mak pun yakin aku bisa melaksanakan nasehat mak dalam mencari cinta sejati…
Ya, anak mak akan menikah dengan gadis tidak hanya karena cinta, tapi karena aku yakin bahwa surganya Allah semakin dekat jika aku hidup bersamanya…
Dan akhirnya, pilihanku untuk hidup dirantau sudah kau ijnkan mak….
Lagi

Aku, Romo dan Pohon Keben

Sudah bisakah kau memahami makna cinta yang sesungguhnya anakku???
Ambilah hikmah dari kisah Putri Sumali dan Begawan Wisrawa anakku…
Kau Sudah Dewasa….
Seyogyanya bertambah pula kebaikan dalam dirimu…
Sudah saatnya kau meninggalkan tindakan dan ucapan masa lalumu yang tidak sesuai dengan tuntunan….
Sudah bukan lagi pada tahapan menghindari yang diharamkan, tapi sudah bisa jauh dari SIA-SIA….
Dalam asmara pun demikian…
Bukan belajar pada tahap membedakan apa arti cinta, apa itu nafsu???
Tapi sudah berpikir ke tahap selanjutnya…
Ya, jangan menikah karena “jatuh cinta” , “janji” apalagi “kasihan”, menikahlah karena kamu merasa SURGA ALLAH LEBIH DEKAT JIKA BERSAMANYA….. hidup di dunia hanya sementara anakku….
Pandai pandailah…..
#Aku, Romo dan Pohon Keben @13 Rejeb 1944…..

Cerita Anak Bajang Untuk Pemenang

“Jika kami yang memenangkan perang, kalian yang akan duduk di kursi pesakitan ini. Kalianpun akan kami jatuhi hukuman mati. Sayang, kami yang kalah dalam perang” (Herman Goring #NuremburgTrial1945)

Ya, di setiap pertarungan ada pemenang….
Dalam kompetisipun ada pemenang…..
Tapi, setiap pemenang seakan berubah menjadi tiran…
Pemenang menetapkan peraturan…
Peraturan untuk melanggengkan kekuasaan….
Kekuasaan untuk menindas siapa yang melawan….
….
Lagi

Malam separo bulan di Sanur Kaja…

Sanur Kaja Bercerita;

Sanur Kaja tempat melepas dahaga….

Dahaganya kawan Wisrawa di Ayodya…

Keresahan yang datang menerpa….

Sanur Kaja diubah layaknya telaga nirmala…

Mimi Mintuno telanjang mandi di dalamnya….

Brekasakan tertawa-tawa riang gembira….

Tapi Bunga Padma menutup matanya karena duka….

Duka sebab Marcapada dipenuhi dosa….

———————-

Malam separo bulan di Sanur Kaja…

Penghuni Sanur Kaja bertanya dan membela;

Kenapa Tuhan begitu tega???

Membiarkan lapar kami mendera….

Bukankah Maha Welas Asih itu sebutanNya???

Dosa… Dosa dan Dosa….

Apalagi yang kami bisa???

Bukankah yang terjadi itu atas kehendakNya??

Langit seperti ladang hitam di Sanur Kaja…

Menggendong bulan sabit yang menyeramkan….

Malam separo bulan di Sanur Kaja…

Sanur Kaja,  14 Februari 2015

SINERGI BPK DENGAN DPR

OPINI, Bali Post 17 November 2014

Mewujudkan Tujuan Bernegara Melalui Pemeriksaan Dan Pengawasan Pengelolaan Keuangan Negara Yang Efektif dan Profesional

Oleh Muhammad Khibran[1]

            Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan didirikannya negara Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagaimana termuat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, perlu dibangun suatu sistem pengelolaan keuangan negara yang bertumpu pada prinsip-prinsip ketertiban, ketaatan terhadap peraturan-perundangan, efisiensi, ekonomi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Bagian penting dari sistem pengelolaan keuangan negara yang dapat mempercepat tercapainya tujuan negara adalah sistem pemeriksaan dan pengawasan pengelolaan keuangan negara yang memastikan bahwa keuangan negara telah dilaksanakan sesuai target dan tujuan yang hendak dicapai. Sistem pemeriksaan dan pengawasan yang memastikan keuangan negara telah dilaksanakan sesuai target dan tujuan yang hendak dicapai adalah sistem pemeriksaan dan pengawasan yang efektif dan profesional. Sistem pemeriksaan dan pengawasan yang efektif dan profesional adalah kunci dari pintu gerbang tercapainya tujuan bernegara.

Pemeriksaan pengelolaan keuangan negara berperan sangat penting dalam mewujudkan tujuan bernegara. Oleh sebab itu the founding fathers membentuk lembaga negara yang berwenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang bersifat independen, profesional dan bebas dari pengaruh pemerintah. Lembaga negara tersebut adalah Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK). Keberadaan BPK sebagai lembaga pemeriksa independen sangatlah penting dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pascaamandemen, UUD 1945 mengukuhkan kedudukan BPK sebagai lembaga negara yang bebas dan mandiri yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara.

Membangun Sinergi

Untuk mewujudkan sistem pemeriksaan dan pengawasan pengelolaan keuangan negara yang efektif dan profesional, pembentuk undang-undang mengamanatkan kepada BPK untuk bersinergi dengan lembaga lain. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan salah satu lembaga yang dapat bersinergi dengan BPK untuk mewujudkan pemeriksaan dan pengawasan pengelolaan keuangan negara yang efektif dan profesional. Setidaknya terdapat dua kegiatan sinergi antara BPK dengan DPR.

Lagi

Previous Older Entries